Gejala apa yang dialami wanita saat mengalami PMS?

by

Menstruasi adalah keluarnya darah secara teratur (bulanan) dari rahim dengan keluarnya cairan dari endometrium. Jika seorang wanita marah atau sedih, mengalami sakit fisik, dan bertingkah tidak normal beberapa hari sebelum menstruasi, ini bisa menjadi gejala PMS. Mari kita menganalisis jawabannya. Apa itu PMS dan gejala PMS? Sindrom pramenstruasi (PMS) terjadi pada sekitar 75% wanita, dan wanita berusia antara 20 dan 30 tahun lebih cenderung memiliki gejala PMS. Gejala-gejala ini dapat diprediksi berulang dan dapat dirasakan 5-11 hari sebelum menstruasi Anda.

Gejala apa yang dialami wanita saat mengalami PMS? Siklus menstruasi rata-rata adalah 28 hari, dan ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) terjadi pada hari ke-14 siklus. Gejala PMS biasanya dimulai pada hari ke-14 siklus dan berlangsung hingga 7 hari setelah timbulnya menstruasi/pendarahan. Anda mungkin memiliki gejala PMS ringan, tetapi beberapa memiliki gejala yang sangat parah. Ini karena gejala PMS bervariasi dari orang ke orang.

Ketidakteraturan menstruasi yang sering dialami wanita antara lain nyeri dan sindrom pramenstruasi (PMS). PMS adalah serangkaian gejala yang muncul 1-14 hari sebelum menstruasi dan biasanya berhenti saat menstruasi dimulai. Semua wanita sehat yang tidak hamil atau telah mengalami menopause memiliki menstruasi yang teratur. PMS terjadi terutama pada wanita berusia 25 hingga 45 tahun pada kelompok ibu hamil. Proporsi wanita dengan PMS lebih tinggi pada wanita yang telah melahirkan yang menggunakan pil KB.

Gejala tersebut dapat berupa penyakit fisiologis yang mempengaruhi semua sistem tubuh dan gejala psikologis yang menyebabkan masalah psikologis dan emosional. Peningkatan tajam kadar hormon estrogen menyebabkan ketidakseimbangan hormon estrogen-progesteron dalam tubuh. Tingkat keparahan dan keparahan gejala PMS bervariasi dari wanita ke wanita dan dapat berkisar dari ringan hingga mengganggu atau parah. Penyebab pasti PMS tidak diketahui, tetapi ada hubungannya dengan perubahan hormonal.

Penyebab pasti rasa sakit tidak diketahui, tetapi ketidakseimbangan hormon dan faktor psikologis mungkin berperan. Nyeri dapat disebabkan oleh peningkatan sekresi hormon prostaglandin, yang memperburuk kontraksi, dan jenis sakit ini biasanya menyerang gadis remaja dan berlanjut hingga dewasa. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan kondisi ginekologi seperti fibroid, endometriosis, pelvisitis, dan tumor panggul. Hal ini paling sering terjadi pada wanita yang lebih tua yang tidak mengalami kram menstruasi.

Gejala nyeri yang umum termasuk sering, nyeri tajam dan kram di perut bagian bawah. Untuk nyeri menstruasi yang berhubungan dengan gangguan ginekologi, penyebabnya harus dihilangkan terlebih dahulu. Nyeri biasa sering disertai dengan sindrom pramenstruasi (gas, nyeri dada, sakit kepala, mual, muntah, iritabilitas).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *