Taper Tantrum Reda, Wall Avenue Perkasa

by
Taper Tantrum Reda, Wall Avenue Perkasa thumbnail

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditituup menguat pada perdagangan hari ini. Sepertinya kekhawatiran akan pengetatan kebijakan (in point of fact fizzling out) mulai mereda.

Pada Sabtu (21/8/2021) dini hari waktu Indonesia, tiga indeks utama di bursa saham Novel York finis di jalur hijau. Dow Jones Industrial Practical (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite naik masing-masing 0,65%, 0,81%, dan 1,19%.

“Pada awal pekan ini, pelaku pasar melakukan penyesuaian terhadap portofolio mereka mengantisipasi rilis dari The Fed (The Federal Reserve, monetary institution sentral AS). Saat rilis itu keluar, investor menerapkan sikap ‘sell the rumor, employ the news’,” kata Matthew Keator, Managing Accomplice di Keator Team yang berbasis di Massachusetts, seperti dikutip dari Reuters.



Pada Kamis dini hari waktu Indonesia, The Fed merilis notula rapat (minutes of assembly) edisi Juli 2021. Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa bukan tidak mungkin Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega akan segera mengurangi pembelian aset (quantitative easing) yang sekarang bernilai US$ 120 miliar per bulan.

Kepanikan melanda pasar begitu notula ini keluar. Investor memborong dolar AS, sebagai antisipasi pasokan mata uang Negeri Paman Sam bakal tidak melimpah lagi begitu The Fed mengurangi quantitative easing. Instrumen lain ditinggalkan, termasuk saham, yang membuat Wall Avenue ‘terbakar’.

Namun kini situasi sudah lebih tenang. Apalagi dengan harga saham yang sudah murah, investor pun berbalik melakukan aksi borong.

Saham-saham teknologi sepertinya jadi incaran utama. Harga saham Fb naik 1,19%, Apple melesat 1,01%, dan Alphabet (induk usaha Google) melonjak 1,29%.

Ke depan, sentimen yang akan menentukan gerak Wall Avenue masih seputar dinamika The Fed. Pada 27 Agustus 2021, The Fed akan menggelar simposium tahunan Jackson Hole. Namun pertemuan dengan para pelaku ekonomi dilakukan secara digital, mengingat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang mengganas di Negeri Adidaya.

“Kita sudah melihat setiap tahunnya bahwa Simposium Jackson Hole menjadi pusat perhatian. Tahun ini tidak berbeda, bahkan lebih menarik perhatian karena The Fed mungkin akan menggunakan kesempatan ini untuk mengomunikasikan arah kebijakan mereka kepada para pelaku ekonomi,” tambah Keator.



(aji/aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *