Rencana Rekrutmen Penambahan Nakes, Ini Penjelasan Walikota Banjar

by
Rencana Rekrutmen Penambahan Nakes, Ini Penjelasan Walikota Banjar thumbnail
Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Rencana rekrutmen penambahan nakes (tenaga kesehatan) akan dilakukan Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, untuk penanganan pasien positif Covid-19.

Hal itu ditegaskan Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, bahwa rencananya penambahan nakes tersebut untuk kebutuhan tenaga medis penanganan pasien Covid-19 di RSUD Banjar. Juga untuk RS Asih Husada Langensari.

Adapun terkait proses penyelenggaraan dalam rencana rekrutmen penambahan nakes, hal itu akan pemerintah sesuaikan dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

“Nanti ada rekrutmen untuk RS Asih Husada dan RSUD. Selama ini RS Asih Husada kan baru 18 orang nakes. Itu juga comat comot dari Puskesmas,” kata Ade Uu Sukaesih kepada wartawan, usai acara di Pendopo, Senin (12/07/2021).

Ia juga mengatakan, pihak Pemkot Banjar sebetulnya sudah merencanakan penambahan nakes. Akan tetapi, akhir-akhir ini banyak mengalami kendala, karena Direktur RS Asih Husada serta sejumlah tenaga kesehatan yang ada juga kondisinya banyak yang sedang terpapar.

Baca Juga :  Dinkes Kota Banjar Ajukan Penambahan Nakes Ke Provinsi

“Saya sudah mempersiapkan untuk RS Asih Husada antisipasi jika kasus positif terus meningkat. Tapi kan nakesnya juga di sana sekarang cuma 3 orang yang menangani. Karena banyak yang terpapar,” terangnya.

Sedangkan, terkait rencana pembukaan kembali Gelora Banjar Patroman (GBP) Langensari menjadi tempat isolasi terpusat. Ade Uu mengatakan pihaknya akan memaksimalkan RS Asih Husada. Dalam hal ini untuk penanganan Covid-19 dan penanganan pasien lainnya.

Hal itu karena menurutnya akan lebih efektif. Terlebih lagi saat ini sedang kekurangan tenaga kesehatan untuk penanganan pasien Covid-19. Serta banyak nakes yang sibuk menangani pelaksanaan vaksinasi.

“Untuk isolasi terpusat sekarang kita kan sedang kesusahan nakes. Karena tugas mereka sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi. Sedangkan, untuk perawatan itu kan harus dari nakes. Makannya saya inginnya RS Asih Husada supaya semuanya bisa untuk pasien Covid-19,” jelasnya. (Muhlisin/R3/HR-On-line)

Editor : Eva

Be taught Extra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *