Pengertian Dispersi Cahaya, Pembiasan Pelangi Melalui Prisma

by
Pengertian Dispersi Cahaya, Pembiasan Pelangi Melalui Prisma thumbnail
Ilustrasi Pengertian Dispersi Cahaya. Foto: Ist/Get

Pengertian dispersi cahaya secara garis besar merupakan fenomena dari kecepatan fase pembiasan oleh gelombang dan frekuensi. Contoh populernya secara alami adalah pelangi.

Salah satu fenomena fisika yang ada di alam raya ini memiliki hasil cantik. Peristiwa ini bisa kita nikmati dengan mata telanjang pada saat tertentu.

Misalnya ketika habis turun hujan lalu matahari bersinar terik. Hal ini terkesan sepele namun bisa kita jelaskan dengan rumus terjadinya.

Nah, mungkin kita hanya melihatnya sesederhana keindahan Tuhan. Namun untuk lebih mengagumi ciptaannya coba simak bagaimana proses terjadinya.

Baca Juga: Fungsi Mesofil Palisade, Pengertian dan Struktur Penyusun

Tentang Pengertian Dispersi Cahaya

Membahas lebih lanjut mengenai fenomena ini, pengertiannya merupakan proses dari penguraian cahaya polikromatik biasa kita sebut putih. Setelah terjadinya penguraian tersebut maka akan mendapatkan hasil cahaya monokromatik.

Apa sih monokromatik itu? Warna yang terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Nah, warna tersebut berada dalam primsa melalui pembiasan atau juga pembelokan.

Maka bisa kita simpulkan bahwa dari satu cahaya putih. Akan hadir harmonisasi menjadi berbagai cahaya dengan warna berbeda, panjang gelombangnya.

Hal ini bisa terjadi karena sebuah prisma atau kisi-kisi yang membantunya. Kemampuan menguraikan cahaya jadi warna spektralnya.

Warna dan Panjang Gelombang

Melansir Wikipedia, Pengertian dispersi cahaya tadi memberikan tujuh warna. Nah masing-masing memiliki panjang gelombang berbeda-beda. Mulai dari merah yang paling panjang yaitu 640 hingga 750 nm.

Selanjutnya orange 600 hingga 640 nm, kuning 580 hingga 600 nm. Lalu, hijau 495 hingga 580 nm. Untuk biru 440 hingga 495 nm dan ungu 400 hingga 440 nm.

Dalam menentukan panjang gelombang cahaya dapat menjadi komponen lainnya. Semua ini sesuai dengan indeks cahayanya.

Peristiwa ini bisa terjadi ya karena perbedaan indeks bias tiap warna cahaya tersebut. Oleh karena itu warna merah dengan deviasi terkecil sedangkan ungu akan mengalami deviasi terbesar.

Baca Juga: Pembiasan Cahaya dan Sejarah Penemuannya

Sudut Dispersi

Terkait dengan pembahasan sebelumnya, sudut ini merupakan bentuk dari deviasi sinar satu dengan sinar lain dalam proses penguraian cahaya. Selisih deviasi dari sinar yang bersangkutan akan menghasilkan sudut yang satu ini.

Nah, misalkan cahaya me, ji, ku, hi, bi, ni, u akan kita arahkan lagi pada prisma. Selanjutnya akan terjadi lagi penguraian warna masing-masing deviasi tertentu.

Maka dari selisih sudut deviasi dua cahaya merupakan pengertian dari sudut dispersi. Hal ini bahkan terdapat rumus untuk mengetahui hasilnya lebih rinci lagi.

Pandu Gelombang

Pengertian dispersi cahaya yang kita bahas tadi menyebut mengenai gelombang bukan? Nah, dalam pandu gelombang tersebut juga terdapat fenomena lain.

Bernama diersi pandu gelmbang, ketika kecepatan satu struktur bergantung pada frekuensinya melalui geometri struktur. Terjadi lebih sering ketika gelombang merambat melalui struktur yang tidak homogen.

Contohnya seperti kristal fotonik, bisa jadi gelombang terbatas juga beberapa wilayah atau lainnya. Dalam serat optik terdapat dispersi dengan bahan dan pandu gelombang efektif membatalkan satu dengan lain. Hasilnya anjang gelobang dispersi nol yang akan penting dalam komunikasi serat optik yang cepat dan efisien.

Material Optik

Selanjutnya mengenai dispersi materialnya, efek yang tidak didinginkan atau sebaliknya akan ada dalam aplikasi optik. Prisma kaca yang dipakai oleh dispersi cahaya dalam membangun spektrometer dan spectroradiometer.

Selanjutnya kisi-kisi holografik untuk memberikan diskriminasi panjang gelombang yang akurat. Sedangkan lensa, membuat dispersi Chromatic Aberration sebuah efek yang tidak diinginkan untuk menurunkan gambar mikroskop, alat teleskop dan untuk bidang fotografi.

Semua keterkaitan pengertian dispersi cahaya ini memiliki rumus dan bisa disesuaikan dengan panjang gelombang dan indeks bias materialnya. Menggunakan semua ini nomor Abbe dan koefisiennya dalam rumus empiris.

Terdapat sebuah persamaan Cauchy atau Sellmeier. Ketergantungan panjang gelombang dari bagian nyata dan indeks bias ini terkait dengan penyerahan bahan. Bagian imajiner indeks kita sebut sebagai koefisien kepunahan.

Pemisahan pada cahaya utih dan spektrum warna oleh prisma ini terlihat dari konsekuensi dispersi optik. Hukum Snell memberitahukan sudut bias cahaya prisma tergantung pada indeks bias bahan prisma.

Maka indeks bias bervariasi ada panjang gelombang dan menyebabkan pemisahan sudut warna atau dispersi sudut tadi. Pengertian dispersi cahaya saling terkait dengan semua pembahasan ini. dengan contoh nyata pelangi. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

Read Extra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *