Masalah Keeping BUMN Pangan: Cuma 3 Perseroan yang ‘Hijau’

by
Masalah Keeping BUMN Pangan: Cuma 3 Perseroan yang 'Hijau' thumbnail

Jakarta, CNBC Indonesia – Pembentukan keepingĀ BUMN klaster pangan bukan perkara mudah. Sebab, tidak semua perusahaan membukukan kinerja keuangan yang positif. Ke depan, Kementerian BUMN menargetkan semua perusahaan yang tergabung dalam keeping sudah membukukan kinerja yang positif.

“Kami tidak boleh cengeng dengan tidak adanya PMN, gak bisa bekerja tapi kami kerjakan. PMN dari BNI dan BRI dan lainnya untuk penguatan working capital. Sampai hari ini RNI masih bankable. Dari 8 BUMN klaster pangan yang positif hanya dua-tiga sama RNI, sehingga ini PR yang harus kita selesaikan,” kata Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) Arief Prasetyo dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (9/9/2021).

Menurut Arief, saat ini hanya tiga perusahaan termasuk RNI yang membukukan keuangan yang hijau dari delapan perusahaan yang tergabung dalam keeping. Sementara untuk merubah kondisi rapor BUMN yang merah bukan persoalan mudah.

“Target dari pak wamen ini membuat hijau semua. Karena ini berlangsung sudah lama dan tidak bisa seperti membalikkan tangan, tapi kita perbaiki satu persatu. Dari human capital, keuangan hingga komersial,” kata Arief.

Dia mencontohkan salah satu BUMN yang sudah diperbaiki misalnya PT Pertani yang sudah menghasilkan beras premium. Arief juga menginginkan pangsa pasar dari BUMN klaster pangan ini semakin lebar, yang saat ini masih banyak kalah dari competitor.

Begitu juga IT dan provide chain, melihat kondisinya saat ini belum terintegrasi. Menurut Arif, akan disiapkan foundation teknologi Web of Things (IoT) dengan interface yang sederhana supaya semua anggota keeping BUMN bisa terkoneksi secara paralel.

“Sehingga end to complete dari produksi sampai customer itu sudah ada. Jadi kalau kita produksi gabah kering panen sampai terakhir ada semua, juga peningkatan market fraction dari internet market, general change paralel seperti contemporary channel sudah masuk produk kita, hingga on-line store,” jelasnya.

Lalu sinkronisasi BUMN pangan hari ini yang ada di hulu atau grower, pascapanen, pergudangan, hingga ritel. Arief mengatakan konsepnya semua sudah dikerjakan. Oleh karena itu, pihaknya meminta PMN Rp 1,2 triliun untuk modal kerja mendapatkan pendapatan dan meningkatkan base line perusahaan.




[Gambas:Video CNBC]



(miq/miq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *