Kronologi Pengusaha Percetakan di Kota Banjar Kena Tipiring

by
Kronologi Pengusaha Percetakan di Kota Banjar Kena Tipiring thumbnail
Kabid Gakperunda Dinas Satpol PP Kota Banjar, Aep Saepudin, didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP, Omay Sukmarya. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dinas Satpol PP Kota Banjar, Jawa Barat, menjelaskan perihal pengusaha percetakan Wisesa Advertising and marketing di lingkungan Kelurahan Banjar dikenakan sidang tindak pidana ringan (Tipiring).

Kepala Dinas Satpol PP Kota Banjar, Edi Nurjaman, melalui Kabid Gakperunda, Aep Saepudin, mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan warga setempat yang merasa keberatan dengan adanya kegiatan usaha Wisesa Advertising and marketing milik Muslimin bin Sulhan Yasin di Lingkungan Banjar Rt 01 Rw. 03 Kelurahan Banjar.

Warga keberatan karena tidak ada izin dari lingkungan setempat dan juga tidak ada izin kebisingan dari pemerintah  serta perizinan lainnya.

Selain itu aktivitas usaha percetakan tersebut menimbulkan kebisingan yang berasal dari suara mesin pemotongan besi, plat maupun dari alat pekerjaan lainnya.

Kebisingan tersebut timbul dari suara musik yang keras yang berasal dari tempat usaha tersebut.

“Sering berlangsung sampai larut malam membuat istirahat warga terganggu dan kegiatan usaha tersebut berada di tengah pemukiman padat penduduk,” kata Aep kepada HR On-line, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga: Didenda Karena Tak Urus IMB, Pengusaha di Banjar Sempat Pilih Penjara

Lanjutnya, untuk itu warga menginginkan kegiatan usaha percetakan tersebut harus segera tutup atau pindah.

Hal tersebut karena sudah merugikan warga sekitar dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku hingga akhirnya membuat laporan.

“Kami juga sudah melayangkan dua kali surat teguran kepada pihak perusahaan. Tapi karena masih beroperasi kami tindaklanjuti lagi” jelasnya.

Pengusaha Percetakan Melanggar Perda Kota Banjar

Lebih lanjut Aep menjelaskan selain itu juga menindaklanjuti surat pengantar dari Kelurahan Banjar dengan nomor 360/ 242/2021 perihal surat keberatan warga atas keberadaan aktifitas usaha perdagangan jasa penunjang pencetakan Wisesa Advertising and marketing yang berlokasi di Jl. Moch. Hamim, Lingkungan Banjar RT 1 RW 3 Kelurahan Banjar

Dalam melakukan kegiatan usahanya di bangunan gedung tersebut tidak memiliki persyaratan administratif bangunan gedung yaitu Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung.

Ketentuan tersebut sebagaimana pada Pasal 8 ayat (1) Jo. Pasal 91 ayat (1) Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Bangunan Gedung.

Laporan tersebut juga dikuatkan Surat dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar nomor 503/419 perihal surat keterangan belum mengajukan permohonan perizinan, tanggal 03 September 2021.

Kemudian juga surat dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) nomor  600/508 DPUPRPKP, perihal informasi Tata Ruang.

“Kemudian, setelah itu pihaknya menerjunkan tim ke lokasi untuk pengawasan dan dalam pelaksanaan usaha tersebut, kita duga terjadi tindak pidana pelanggaran Perda nomor 17 tahun 2013 Tentang Bangunan Gedung,” katanya.

Sementara itu, usai menjalani sidang pengusaha percetakan Wisesa Advertising and marketing, Muslimin, mengatakan, pihaknya mengakui belum memiliki ijin IMB dari Dinas terkait dan untuk permasalahan tersebut sebelumnya sudah pernah pernah di musyawarahkan di tingkat Kelurahan.

Sekarang ini juga, lanjutnya, pihaknya sedang menempuh proses perijinan ke Dinas terkait sejak dua minggu yang lalu namun karena terkendala administrasi dan waktu sehingga ijin mendirikan bangunan tersebut belum selesai dan masih proses berjalan.

Selain itu, juga proses produksi sekarang sedang sepi karena terdampak pandemi Covid-19 bahkan sempat macet tidak beroperasi.

“Kita sudah proses dua minggu ke belakang cuma terkendala administrasi dan waktu saja. Paling tidak dua minggu lagi sudah kelar ijinnya,” katanya. (Muhlisin/R8/HR On-line)

Editor: Jujang

Read Extra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *