Kecemasan Merebak, Dow Jones Dibuka Anjlok 536 Poin

by
Kecemasan Merebak, Dow Jones Dibuka Anjlok 536 Poin thumbnail

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ambruk ke zona merah pada pembukaan Senin (20/9/2021), setelah investor kian menyingkir dari pasar saham di tengah meningkatnya risiko pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Common anjlok 536,1 poin (-1,55%) pukul 08: 30 waktu setempat (20: 30 WIB) dan selang 20 menit surut menjadi minus 394,7 poin (-1,14%) ke 34.190,19. Indeks S&P 500 surut 58,7 poin (-1,32%) ke 4.374,27 sementara Nasdaq ambles 232,8 poin (-1,55%) ke 14.811,19.

Investor mengkhawatirkan dampak ambruknya raksasa properti China Evergrande Community yang nyaris gagal bayar (default). Indeks Dangle Seng pun terpelanting 4%. Indeks kecemasan pasar, Cboe Volatility index, melompat originate atas level 26, menjadi yang tertinggi sejak Mei.



Pasar juga mengkhawatirkan kegagalan persetujuan untuk memperlonggar batas penarikan utang pemerintah AS, untuk mencegah terhentinya layanan publik karena tak ada pemasukan untuk menggaji para pegawai negeri mereka.

Saham Bank of The US dan JPMorgan Stride kompak turun 2% di sesi pra-pembukaan. Harga obligasi juga menguat sehingga imbal hasil (yield) surat utang tenor 10 tahun yang menjadi acuan pasar turun 4 basis poin menjadi 1,329%.

Saham Ford anjlok lebih dari 3%, Frequent Motors dan fall masing-masing sebesar 2%. Saham energi berguguran setelah harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) fall 2% di tengah kecemasan ekonomi global.

“Kami menilai transisi siklus pertengahan akan berakhir dengan berlanjutnya koreksi yang akhirnya memukul indeks S&P 500,” tutur Mike Wilson, Kepala Perencana Ekuitas Morgan Stanley, seperti dikutip CNBC International.

Pasar global memantau rapat The Fed pada September ini, yang akan dimulai pada Selasa waktu setempat. Konferensi pers akan digelar pada Rabu waktu setempat, untuk mengumumkan kebijakan moneter dan diduga akan mulai menyinggung jadwal tapering.

Bos The Fed Jerome Powell sebelumnya telah mengatakan bahwa kebijakan pengurangan pembelian obligasi di pasar itu bisa dijalankan tahun ini tetapi investor menunggu komentar Powell terkait dengan rilis recordsdata inflasi dan pengangguran terbaru.

Indeks S&P 500 setiap September turun rata-rata 0,4%, menjadi bulan terburuk, menurut Almanac terbitan Stock Trader’s. Pemicu volatilitasnya adalah masuknya periode kedaluwarsa kontrak berjangka saham opsi, dan lainnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA



[Gambas:Video CNBC]



(ags/ags)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *