Gegara China IHSG Merah Kemarin, Hari Ini Rebound Efek AS!

by
Gegara China IHSG Merah Kemarin, Hari Ini Rebound Efek AS! thumbnail

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah China pada Rabu kemarin (15/9) mengirim kabar kurang sedap yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,2% ke Rp 6.110,23.

Meski demikian, investor asing melakukan aksi beli bersih senilai Rp 363 miliar di pasar reguler, yang tentunya menjadi sedikit kabar baik untuk kembali ke zona hijau pada perdagangan Kamis (16/9). Apalagi, Amerika Serikat (AS) sedikit memberikan kabar baik.

Recordsdata dari China kemarin menunjukkan penjualan ritel bulan Agustus tumbuh 2,5% dari tahun sebelumnya (twelve months-on-twelve months/YoY). Pertumbuhan tersebut terlihat tinggi, tetapi sebenarnya sangat jauh di bawah prediksi para analis yang disurvei Reuters, yang memprediksi pertumbuhan sebesar 7% YoY.



Di saat yang sama, pertumbuhan produksi industri sebesar 5,3% YoY, juga di bawah prediksi 5,8% YoY.

Recordsdata-records tersebut dikhawatirkan menunjukkan kembali goyangnya perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut akibat penyebaran virus corona yang baru-baru ini kembali melanda China. Ketika perekonomian China goyang, maka world juga akan terdampak.

Sementara itu dari Barat, bursa saham AS (Wall Avenue) akhirnya mampu melesat lagi. Ketiga indeks utama kompak mencatat penguatan yang cukup besar. Sebagai kiblat bursa saham dunia, penguatan Wall Avenue tentunya akan memberikan sentimen positif ke Asia. Indeks Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan sudah menguat pagi ini.

Secara teknikal, meski kemarin melemah, IHSG masih bertahan di atas rerata pergerakan 50 hari (transferring reasonable 50/MA 50), MA 100, dan MA 200. Hal ini tentunya membuka peluang berlanjutnya penguatan.

Jika dilihat sejak awal Juni, IHSG membentuk pola Rectangle, dengan batas atas di kisaran 6.140 dan batas bawah di kisaran 5.940.

Grafik: IHSG Harian

Foto: Refinitiv

Pola Rectangle juga menjadi indikasi pergerakan sideways. Diperlukan penembusan konsisten di batas atas untuk memicu penguatan lebih lanjut. Pada 5 Agustus lalu, IHSG sempat menembus batas atas tersebut, tetapi hanya bertahan 2 hari saja. Artinya, mengalami faux breakout.

Batas atas pola Rectangle kini menjadi goal penguatan, jika mampu ditembus dengan konsisten IHSG berpotensi menguat ke 6.180 hingga 6.200.

Sementara IHSG kini berada di kisaran 6.115, jika tertahan di bawahnya IHSG berisiko merosot ke di MA 50 di kisaran 6.090 dan MA 200 6.070. Sementara jika kembali ke atasnya, IHSHG berpeluang menguji batas atas pola rectangle.

TIM RISET CNBC INDONESIA



[Gambas:Video CNBC]



(pap/pap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *