Gak Cuma Rokan, Ini Daftar Proyek Migas Besar Pertamina

by
Gak Cuma Rokan, Ini Daftar Proyek Migas Besar Pertamina thumbnail

Foto: Pekerja Beraktivitas di Proyek Pengembangan Lapangan Gasoline Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (9/10/2019). Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola oleh PEPC merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempunyai peran besar dalam meningkatkan produksi minyak dan fuel bumi (migas) di dalam negeri. Terlebih, sejak 9 Agustus 2021 lalu Pertamina melalui anak usaha PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah mengambil alih kelola Blok Rokan, Riau dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Seperti diketahui, Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar kedua di Indonesia saat ini setelah Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil.

Namun demikian, Pertamina bukan berarti hanya mengandalkan Blok Rokan, perseroan juga memiliki sejumlah proyek besar lainnya yang ditargetkan bisa mendorong peningkatan produksi migas nasional ke depan.



Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan beberapa proyek besar untuk mendukung aim produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan 12 miliar standar kaki kubik fuel per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang.

Nicke menyebut beberapa proyek migas besar yang akan beroperasi pada beberapa tahun mendatang antara lain:

1. Proyek unitisasi fuel Jambaran Tiung Biru (JTB) Blok Cepu, ditargetkan beroperasi pada 2021 ini.

2. Jirak WF, ditargetkan beroperasi pada 2021.

3. OPL PHSS, ditargetkan beroperasi pada 2022.

4. Rantau WF, ditargetkan beroperasi pada 2023.

5. South Senoro, ditargetkan beroperasi pada 2024.

6. North Senoro Portion 2, ditargetkan beroperasi pada 2027.

“Eksplorasi penting bagi kami dan Pertamina akan naikkan produksinya. Beberapa proyek sudah siap, misalnya JTB, Jirak WF, dan ada beberapa proyek utama dijalankan. Kami siap berikan kontribusi penuh untuk mencapai aim produksi 1 juta bph dan 12 BSCFD fuel pada 2030,” tuturnya dalam “The 45th IPA Convention and Exhibition 2021” secara digital pada hari ini, Rabu (01/09/2021).

Nicke juga mengatakan, perseroan juga memiliki aim untuk bisa memproduksi minyak 1 juta bph dan produksi fuel 4.300 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2030 mendatang. Aim tersebut tidak hanya dari lapangan migas di dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, termasuk melalui upaya merger dan akuisisi lapangan migas di luar negeri.

Menurutnya, untuk mencapai aim tersebut perseroan telah memiliki sejumlah strategi, antara lain:

1. Menjaga aset lapangan migas yang ada saat ini

Dilakukan dengan menjaga produksi dasar lapangan yang telah berproduksi saat ini, mempercepat sumber daya menjadi migas yang bisa diproduksi, dan mendorong kegiatan pengurasan minyak tahap lanjut atau Enhanced Oil Restoration (EOR).

2. Temuan baru

Pihaknya menargetkan adanya temuan baru yang besar (sizable fish discovery), serta melakukan eksplorasi di dwelling terbuka Jambi Merang, dan melanjutkan studi bersama (joint look for), dan lainnya.

3. Merger dan akuisisi

Pihaknya berencana membeli aset atau mengambil aset terminasi dari domestik maupun luar negeri, bekerja sama dengan pihak yang memiliki kompetensi dan teknologi, terutama untuk berbagi risiko dan biaya, serta mencari mitra strategis untuk beberapa proyek tertentu.

Meski demikian, pihaknya juga berupaya menjaga lingkungan hidup. Dia mengatakan, perseroan telah menekan 30% emisi karbon.



[Gambas:Video CNBC]



(wia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *