Cek 10 Kinerja Emiten di BEI, Laba HMSP dan GGRM hingga Maybank

by
Cek 10 Kinerja Emiten di BEI, Laba HMSP dan GGRM hingga Maybank thumbnail

Jakarta, CNBC Indonesia – Laporan kinerja emiten untuk periode yang berakhir pada Juni 2021 ramai dilaporkan oleh emiten hingga akhir pekan lalu, Jumat (30/7/2021).

CNBC Indonesia telah merangkum 10 peristiwa emiten yang terjadi pada jelang penutupan pasar pekan lalu di akhir Juli, untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum perdagangan awal pekan yang sudah masuk Agustus, Senin (2/8/2021), dibuka.



1. Duh! Laba Bersih HM Sampoerna Semester I Tumble 15% Jadi Rp 4 T

Emiten rokok, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat penurunan laba bersih sebesar 15,29% di sepanjang semester I-2021 menjadi senilai Rp 4,13 triliun, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,88 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, penurunan laba ini terjadi kendati pendapatan perusahaan tumbuh 6,47% YoY (365 days on 365 days) menjadi Rp 47,62 triliun, bertambah dari posisi akhir Juni 2020 yang sebesar Rp 44,73 triliun.

Peningkatan penjualan ini ikut menambah beban pokok penjualan perusahaan menjadi Rp 38,79 triliun dari sebelumnya Rp 34,99 triliun.

2. Ngikut HMSP, Laba Gudang Garam Semester I juga Anjlok 39%

Emiten produsen rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan penurunan laba bersih di tengah kenaikan penjualan sepanjang semester I tahun ini.

Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan di web page Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/7) ini, laba bersih Gudang Garam turun 39,53% secara tahunan (365 days on 365 days/yoy) menjadi Rp 2,31 triliun per akhir Juni 2021 dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 3,82 triliun.

Kendati laba bersih terkoreksi, pendapatan dan penjualan usaha mengalami kenaikan sebesar 12,92% dari posisi semester I 2020 mencapai Rp 53,65 triliun menjadi Rp 60,59 triliun pada periode yang sama tahun ini.

3. Cetak Laba Rp 1,3 T, Ciputra Mau Bagi-bagi Dividen Rp 158 M

Perusahaan pengembang properti PT Ciputra Trend Tbk (CTRA) membagikan dividen senilai Rp 157,5 miliar atas laba bersih perusahaan sepanjang 2020 lalu. Dengan demikian, maka pemegang saham CTRA akan menerima Rp 8,50/saham.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan yang digelar Kamis (29/7/2021) kemarin.

“Telah menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham total sebesar Rp 157,5 miliar, atau Rp 8,50 per saham. Dividen tunai ini sekitar 12% dari alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2020,” tulis keterangan resmi perusahaan, dikutip Jumat (30/7/2021).

4. Jasa Marga Masuk Charger Mobil Listrik, Lawan Pertamina-PLN?

Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui anak usahanya, PT Jasamarga Connected Commercial (JMRB) sedang menjajaki studi terkait bisnis energi baru terbarukan (EBT), stasiun pengisian kendaraan listrik, energi efisiensi dan bisnis digital.

Perseroan sudah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan asal Korea Selatan, Verywords Co. Ltd untuk penjajakan kerja sama.

Direktur Bisnis Komersial PT JMRB Imad Zaky menyebut, penjajakan kerja sama ini sebagai salah satu upaya JMRB untuk turut berpartisipasi terhadap program pemerintah dalam keberlanjutan lingkungan yang sehat.

5. Pengumuman! BCA Putuskan Inventory Reduce up dengan Rasio 1:5

PT Monetary institution Central Asia Tbk (BBCA) akan melakukan pemecahan nilai saham (inventory split) dengan rasio 1:5. Hal ini dilakukan mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

“Sebagai bagian dari anggota bursa, kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal tanah air, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (inventory split) guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam siaran pers yang disampaikan, Jumat (30/7/2021).

Dalam Rapat Direksi & Komisaris BCA PT Monetary institution Central Asia Tbk (BCA) pada tanggal 29 Juli 2021 telah menyetujui aksi korporasi inventory split dengan rasio 1:5 (1 saham lama menjadi 5 saham baru).

NEXT: Cek Lapkeu Emiten Lainnya

Laba UNTR hingga Maybank Indonesia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *