Aturan Honor Penggali Kubur Jenazah Covid-19 Kota Banjar Ditambah

by
Aturan Honor Penggali Kubur Jenazah Covid-19 Kota Banjar Ditambah thumbnail
Aturan honor penggali kubur jenazah pasien Covid-19 di Kota Banjar, ditambah. Foto: Muhlisin/HR.

Isu Banjar, (harapanrakyat.com),- Aturan honor penggali kubur jenazah pasien Covid-19 di Kota Banjar, Jawa Barat, ditambah. Hal itu seiring dengan meningkatnya angka kematian yang akan terjadi terpapar virus Corona.

Dinas Kesehatan Kota Banjar memastikan anggaran untuk upah tim petugas penggali dan pengubur jenazah Covid-19 ketika ini berjalan lancar. Nir mengalami tunggakan pembayaran mirip beberapa bulan sebelumnya.

Kepastian pembayaran tersebut mengingat kasus kematian pasien positif Covid-19 yang terjadi di Kota Banjar akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan cukup signifikan.

Sekretaris Dinkes Kota Banjar, Budi Hendrawan mengatakan, pihaknya ketika ini sudah mengajukan tambahan anggaran dalam APBD perubahan sebesar Rp 500 juta. Aturan itu untuk honor tim petugas penggali dan pengubur jenazah Covid-19.

Pengajuan anggaran sebesar itu mengingat anggaran yang tersedia untuk honor petugas tersebut sebelumnya hanya sebesar Rp 300 juta dalam APBD murni. Sehingga tidak mencukupi untuk membiayai upah para penggali kubur.

Baca Juga :  Dinkes Kota Banjar: Anggaran HIV/AIDS Cair Bulan Depan

“Kami sudah mengajukan dalam APBD perubahan sebesar kurang lebih 500 juta rupiah. Sehingga total anggaran tersebut untuk tahun ini menjadi 800 juta rupiah,” kata Budi Hendrawan kepada HR Online, Selasa (29/06/2021).

Ia menyebutkan, penambahan anggaran sebesar Rp 500 juta itu dengan estimasi kebutuhan untuk pasien meninggal sebanyak 100 orang, anggaran honor petugas penggali kubur sebesar Rp 1,4 juta per tim untuk satu liang lahat.

Sedangkan, untuk tim petugas pengubur sebesar Rp 3,5 juta per crew. Petugas pengubur nominalnya sedikit lebih besar karena jumlah petugasnya lebih banyak (hingga tiga tim). Kemudian, untuk angaran peti jenazah Rp 90 juta.

Lebih lanjut Budi menyebutkan, total anggaran tersebut adalah anggaran yang direncanakan pada tahun ini. Perkiraan kebutuhannya untuk 100 orang.

Karena menurutnya, apabila angka kematian terus meningkat tentunya perlu penambahan anggaran lagi. Karena anggaran yang direncanakan akan defisit.

“Jika angka kematian terus meningkat tentu perlu carikan anggaran lagi. Semoga saja penambahan kasusnya mampu melandai. Serta penyebaran virus Corona ini mampu terkendalikan,” harap Budi. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

Read More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *