Angka Kematian Yang akan terjadi Covid-19 di Kota Banjar Selama Juni Meningkat

by
Angka Kematian Yang akan terjadi Covid-19 di Kota Banjar Selama Juni Meningkat thumbnail
Angka kematian yang akan terjadi Covid-19 di Kota Banjar,, selama bulan Juni 2021 mengalami peningkatan sebesar 180 persen. Foto: Sandi/HR.

Isu Banjar, (harapanrakyat.com),- Angka kematian yang akan terjadi Covid-19 di Kota Banjar, Jawa Barat, selama bulan Juni mengalami peningkatan sebesar 180 persen. Peningkatan sebesar itu adalah akibat perbandingan antara bulan Mei dengan Juni 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, dr. Andi Bastian, melalui Kasi. Surveillance, Kholilurrokhim mengatakan, pada bulan Mei lalu, jumlah warga yang meninggal dunia yang akan terjadi terpapar virus Corona di Kota Banjar sebanyak 5 orang. Pemakamannya dengan menggunakan prosedur protokol kesehatan.

Sedangkan, jumlah kasus pasien positif meninggal dunia pada bulan Juni ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jumlah kematian pasien positif pada bulan ini tercatat ada sebanyak 14 orang.

“Antara bulan Mei dan Juni itu perbandingannya 180 persen. Karena kasus pasien positif meninggal dunia yang akan terjadi terpapar virus Corona bulan ini mencapai 14 orang,” kata Kholilurrokhim, Selasa (29/06/2021).

Meski begitu, lanjutnya, tidak semua pasien positif meninggal dunia itu memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Karena, ada juga yang tidak punya komorbid tapi positif, dan meninggal dunia.

2 Hari Terakhir Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Banjar

Baca Juga :  Positif Covid-19 Kota Banjar Kian Meningkat, DPRD Soroti Tim Satgas

Ad interim itu, dalam rentang waktu dua hari terakhir ini, ada sebanyak 5 orang warga Kota Banjar yang meninggal dunia yang akan terjadi terpapar virus Corona.

Kelima warga tersebut masing-masing seorang perempuan berinisial PS (72), warga Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman. Warga tersebut meninggal dunia dengan akibat pemeriksaan hasty antigen positif.

Kemudian, seorang laki-laki berinisial HY (59), warga Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, dengan akibat swab PRC positif Covid-19. Pasien tersebut meninggal dunia di DKI Jakarta. Namun, pemakamannya di komplek Kawasan Pemakaman Generik Dipati Ukur, Kota Banjar.

Selanjutnya, seorang perempuan berinisial MN (63), warga Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, dan sempat menerima perawatan medis. Pasien ini dinyatakan positif Covid-19 akibat pemeriksaan swab PCR.

Selanjutnya pasien yang meninggal yang akan terjadi Covid-19 ialah seorang perempuan inisial EG (27), warga Kelurahan Banjar. Pasien dengan akibat pemeriksaan hasty antigen positif itu meninggal dunia ketika melakukan isolasi berdikari di rumahnya.

Serta, seorang laki-laki berinisial AS (61), warga Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, dari akibat pemeriksaan swab PCR. Pasien dinyatakan terpapar virus Covid-19 dan meninggal dunia.

Dengan meningkatnya angka kematian yang akan terjadi Covid-19 di Kota Banjar, Kholilurrokhim mengimbau agar masyarakat tetap berdisiplin menerapkan protokol kesehatan.

Karena, risiko kematian yang akan terjadi Covid-19 ini tidak hanya menyerang pasien yang memiliki komorbid saja.

“Yang terang, jika misalkan pasien itu mempunyai komorbid, kemudian terpapar virus. Itu risiko kematiannya sangat tinggi. Tapi tidak menutup kemungkinan yang hanya terpapar virus risiko kematian juga absolut ada,” pungkasnya. (Sandi/R3/HR-On-line)

Editor : Eva Latifah

Read Extra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *