6 Bulan Pegang 5 Saham Ini, Dijamin Anda Dikira ‘Ngepet’

by
6 Bulan Pegang 5 Saham Ini, Dijamin Anda Dikira 'Ngepet' thumbnail

Foto: Layar display screen menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Paruh pertama tahun 2021 menjadi periode yang menggalaukan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sempat melesat kencang sampai menembus diploma 6.500 pada awal tahun, IHSG harus rela hanya terapresiasi tipis.

Memulai awal tahun sedikit di bawah diploma 6.000, tepatnya di angka 5.979,07, IHSG mengakhiri kuartal kedua dengan apresiasi tipis 0,11% ke diploma 5.985,48.

Walau hanya terapresiasi tipis, sejatinya investor asing menyerbu pasar modal lokal di 6 bulan pertama tahun ini dengan melakukan pembelian bersih masif sebanyak Rp 4,32 triliun di pasar reguler.Meskipun hanya terapresiasi tipis, sejatinya ada berberapa saham yang sukses melesat kencang sampai puluhan ribu persen dalam 6 bulan terakhir ini. Simak tabel berikut.

Jawara saham dengan apresiasi terbesar di IHSG semester pertama 2021 tak lain dan tak bukan jatuh kepada PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang sempat membuat geger jagat investasi dalam negeri setelah melesat kencang 14.047%.

DCII berhasil melesat semenjak awal melantai di pasar modal Januari silam di harga Rp 420/unit ke harga ketika ini di diploma Rp 52.000/unit dan menjadikan DCII saham titanic cap dengan kapitalisasi pasar Rp 140 triliun. Kenaikan yang kencang inilah yang menyebabkan bursa mensuspensi saham DCII.

Saham DCII melesat setelah bos besar Grup Indofood Anthoni Salim menambah kepemilikan atas saham emitendata centermilik pengusaha teknologi Toto Sugiri,PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dari semula 3,03% kini menjadi 11,12%.

Menurut daftar pemegang saham di atas 5% yang dipublikasikan oleh PT Kustodian Sentral Imbas Indonesia (KSEI) per 2 Juni 2021, transaksi pembelian ini dilakukan pada 31 Mei 2021 dengan harga Rp 5.277/saham.

Full jumlah saham baru yang dibeli oleh Anthony Salim ialah sejumlah 192,74 juta, sehingga nilai transaksi ini mencapai Rp 1,01 triliun.

Sebelumnya, Anthoni Salim telah menguasai 72,29 juta saham DCII atau 3,03% dari total saham, dan setelah pembelian baru ini kepemilikan saham Bos Indofood ini mencapai 265 juta saham.

Selanjutnya di posisi kedua apresiasi lagi-lagi saham yang baru saja melantai di bursa alias IPO tahun ini yakni PT Financial institution Aladin Syariah Tbk (BANK) yang sudah terbang 3.116% semenjak awal melantai di harga Rp 103/unit sampai ketika ini ditransaksikan di diploma Rp 3.210/unit.

Kenaikan saham BANK setelah investor berspekulasi bahwa akan ada unicorn atau investor strategis raksasa yang akan masuk ke saham financial institution BUKU II ini untuk megembangkan urusan ekonomi digital banking.

Ketika ini modal inti BANK masih di bawah Rp 2 triliun sehingga masih perlu suntikan dana segar untuk memenuhi aturan konsolidasi perbankan dari OJK dimana financial institution-financial institution harus memiliki modal inti minimal Rp 2 triliun tahun ini dan Rp 3 triliun tahun depan.

Selanjutnya saham-saham lain yang berhasil melesat kencang termasuk PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) yang terbang 1.511% sehingga sudah 2 bulan lebih regulator terpaksa mensuspensi saham ini. Ada pula perusahaan yang baru saja IPO lainya yakni PT Tenang Sejahtera Tak pernah mati Tbk (UFOE) yang terbang 1.178%.

Terakhir muncul nama emiten PT Matahari Putra Prima Tbk (MPAA) yang terbang 904% setelah GoTo Neighborhood yang adalah leburan Gojek dan Tokopedia tercatat sebagai pemegang saham MPAA dan bersiap untuk melakukan kerjasama strategis untuk ekspansi perusahaan ke sektor digital.

Meskipun melesat kencang, perlu diingat dominan saham-saham yang melesat kencang di atas adalah saham yang baru saja melantai alias IPO sehingga kepemilikan publik masih belum terdistribusi dengan baik dan hanya ada segelintir oknum yang memegang saham beredar yang menyebabkan harganya mudah digerakkan ke arah tertentu alias cornering.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *