MAMBORO, MERCUSUAR – Kepolisian Sektor Palu Utara menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan wanita  di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara yang terjadi  yang terjadi pada Selasa (22/3/2017) lalu. Dalam rekonstruksi tersebut, korban Yati (19) tewas pada adegan ke-22 dari total 41 adegan yang diperagakan tersangka.

Rekonstruksi menghadirkan empat tersangka, yakni Adi (pelaku utama), Deni, Dedi dan Multazam. Adegan dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) di kos-kosan Jalan Karana, Kelurahan Mamboro.

Tersangka Adi dan tiga rekannya memperagakan langsung adegan mulai dari datang ke kos-kosan korban, proses pembunuhan lalu pergi meninggalkan rumah korban.

Awalnya, tersangka bersama tiga rekannya mendapati informasi bahwa korban berada di kos-kosan di Mamboro. Mereka berempat mendatangi kos itu dengan menggunakan sepeda motor. Dua rekannya berada di luar kos, sementara pelaku dan rekannya Multazam berada di dalam kos. Saat masuk ke dalam kos itu, tersangka langsung mengarahakan badik ke arah korban.

Pada adegan ke 22, tersangka Adi memperagakan cara pelaku menghabisi nyawa Yati yang tak lain adalah istri sirinya. Tersangka Adi awalnya mengintip korban dari luar kos.  Kemudian masuk ke kos dan langsung mendorong korban hingga terjatuh di belakang kos.

Saat korban terjatuh, di situlah tersangka membunuh korban dengan senjata tajam jenis badik yang sudah disiapkan. Tersangka berada di atas tubuh korban sehingga dengan leluasa menusuk bagian dada sebelah kiri, lengan sebelah kiri, punggung dan kepala korban. Pelaku melampiaskan rasa cemburunya dengan menikam korban hingga mengalami 11 luka tusuk.

Korban yang tergeletak bersimbah darah ditinggalkan begitu saja oleh tersangka. Usai membunuh, tersangka melarikan diri bersama rekannya Multazam. Sementara dua rekannya, Dedi dan Deni lebih dulu meninggalkan TKP.

Kapolsek Palu Utara, Iptu J Sagala mengatakan, rekonstruksi merupakan salah satu bagian dari penyidikan tindak pidana. Salah satu tujuan dilakukan rekonstruksi adalah untuk mengungkap hal-hal yang belum tertuang dalam pemeriksaan. Rekonstruksi kasus pembunuhan melibatkan Tim Inafis Polres Palu.

“Dilihat dari jalannya rekonstruksi yang dilakukan tersangka mulai dari mempersiapkan alat yang digunakan, patut diduga kuat tersangka telah merencanakan aksi pembunuhannya,” katanya, Jumat (7/4/2017).

Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana  karena pelaku sengaja dan merencanakan untuk membunuh. “Pelaku diancam pasal pembunuhan berencana dengan  hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya dua puluh tahun,” tambahnya. IKI

Harian Mercusuar

View all posts