BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Tim kajian Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menyambagi Korem 132/Tdl, Rabu (9/8/2017). Kedatangannya untuk membahas persoalan bangsa, termasuk ancaman dan gangguan daerah.

Ketua Tim, Mayjen TNI (Purn) I Gusti Putu Buana mengatakan, bangsa Indonesia saat ini mulai dijajah secara non militer. Sehingga, mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, bangsa Indonesia harus berpegang teguh pada ideologi Pancasila sebagai dasar negara.

Persoalan ini tentunya terjadinya disetiap daerah termasuk di Sulteng. Paham radikalisme kata dia, masih mengancam secara perlahan.

“Permasalahan bangsa adalah tanggungjawab bersama dan jangan biarkan paham radikalisme memecahbelah persatuan bangsa,”katanya.

Menurut dia, paham radikal harus dilawan dan ditepis dengan cara menunjukan persatuan dan kesatuan. Radikal tidak dapat masuk ke Sulteng, apabila masyarakatnya memiliki paham atas kecintaannya terhadap tanah kelahirannya.

Untuk menangkal paham itu, dilakukan pencegahan lebih dini sebelum berkembang dimasyarakat melalui bimbingan, sosialisasi, dan ajakan berbuat lebih baik untuk bangsa dan negara.

Mayjen TNI (Purn) I Gusti Putu Buana membawa dua orang anggota, yakni Kolonel Lek. Gatot S dan Kukuh Pamuji, serta Sekertaris Tim Kajian, Dian Kartika Putri. Pertemuan di Korem dihadiri sejumlah tokoh agama, adat, pemuda dan masyarakat.IKI

Harian Mercusuar

View all posts