KAWATUNA,MERCUSUAR- Sejumlah warga kelurahan Lasoani, Kecamatan Mantikulore  yang mengaku adalah ahli waris pemilik lahan Akademi Keperawatan (Akper) Kawatuna menyegel kampus tersebut, Rabu (10/1/2018). Tindakan oleh sekelompok warga itu dikerenakan pernyataan Direktur Akper Kawatuna, Fauzan yang menyatakan bahwa lahan Akper Donggala yang berada di Kawatuna itu telah dihibahkan kepada dirinya.

Alfian Hasan Labarusa mewakili keluarga ahli waris mengatakan, pihaknya sengaja melakukan penyegelan kampus tersebut, karena tidak adanya itikad baik dari Direktur Akper Kawatuna, Fauzan untuk menunjukan bukti surat yang menyatakan bahwa tanah tersebut telah dihibahkan kepada dirinya.

Dia melanjutkan, Fauzan telah mengeluarkan pernyataan bahwa tanah itu telah dihibahkan kepadanya sejak tahun 1990, serta telah membuat sertifikat tanah tersebut yang diterbitkan pada Oktober 2017 lalu.

Pernyataan itu tentunya, tidak bisa diterima pada ahli waris, karena Latadundu CS Daniroya yang merupakan pemilik tanah bersama kelima anaknya (Nawandi, Baras Ando, Monalinga, Barapali dan Naratika) telah sekian puluh tahun lalu meninggal dunia.

“Lalu kemudian terbit hibah tahun 1990, yang ingin diketahui para ahli waris, siapa orangnya yang menghibahkan di tahun 1990 itu,” katanya.

Karena sampai saat ini, lanjut Alfian pihak ahli waris merasa tidak pernah menghibahkan tanah yang diperkirakan seluas 2 hektare itu kepada Direktur Akper Kawatuna, dalam hal ini Fauzan.

“Kalau memang tanah itu telah dihibahkan, maka kita ahli waris meminta dia (Fauzan) tunjukan buktinya, jangan hanya mengeluarkan pernyataan kepada pemerintah kelurahan tapi tidak ada bukti. Kita ingin tahu siapa yang menghibahkan tanah itu?,” katanya.

Alfian mengatakan, selain itu informasi yang sampai kepada mereka juga bahwa pengelolaan kampus yang dulunya merupakan aset Pemkab Donggala tersebut telah dialihkan kepada pihak Untad Palu. Olehnya pihak ahli waris juga ingin agar pihak Akper Kawatuna lebih transparansi mengenai peralihan itu, karena sampai saat ini tidak penyampaian dari pihak kampus kepada pihak ahli waris mengenai peralihan tersebut.

“Kita ingin permasalahan ini dijelaskan kepada kami sejelas-jelasnya secara terbuka. Jika telah ada jaminan dari pihak-pihak terkait mengenai jalan keluar dari permasalahan ini, maka segel akan kita buka kembali,” katanya. AMR

 

Resti Ananda Putri

View all posts