TALISE, MERCUSUAR – Beberapa tahun lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu telah memasang tanda bahaya dan larangan berenang di sekitar pantai Talise, Palu Timur. Hal tersebut dilakukan mengingat sudah banyak korban yang tenggelam dan terbawa arus di pantai Talise. Sayangnya plang larangan tersebut sudah tidak lagi terlihat disekitar pantai.

Sabtu (24/12/2016), satu orang anak meninggal dunia karena diduga terseret arus di pantai Talise Palu, saat sedang asik berenang bersama teman – temannya. Korban diketahui warga Desa Lawua, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi

– KORBAN tewas akibat terseret arus bawa laut Sabtu (24/12/2012). Korban yang diketahui warga Desa Lawua, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi tersebut terbawa arus saat berenang bersama teman – temannya. FOTO : IST

Rika, salah satu warga Talise mengatakan bahwa, sejak masih kecil, dirinya dilarang oleh orang tuanya untuk berenang diseputaran pantai Talise Palu. Sebab kata dia, sudah beberapa korban yang terseret arus di seputaran pantai Talise.

“ Ibu saya asli orang Talise, sejak saya masih kecil diceritakan kalau tidak boleh mandi di Pantai Talise, apalagi dulu juga sudah ada plang larangan. Tapi sekarang banyak orang yang datang mandi di pantai Talise, apalagi pendatang yang tidak pernah tahu adanya larangan berenang dilokasi itu,” katanya.

Hal senada diungkapkan Larning , warga Kelurahan Talise, yang mengungkapkan bahwa tahun 60 – 70an, daerah pantau Talise dikenal dengan kelapa tiga. Sebab ada tiga pohon kelapa yang berjejer, yang sekarang berdiri tugu patung kuda.

Menurutnya, disalah satu batang pohon kelapa itu tertempel larangan untuk mandi di sekitaran teluk Palu, karena di daerah tersebut ada arus bawah laut yang mengarah ke iradat puri atau citraland sekarang.

“Sayangnya, tanda larangan itu sudah tidak ada saat ini. Mohon Pemkot Palu agar tanda larangan itu diadakan kembali, Kalo perlu ditambah bahaya karena ada buayanya,” ujarnya.
Larning menambahkan bahwa, warga pendatang pasti tidak akan mengetahui adanya larangan berenang di Pantai Talise, sehingga mereka akan membiarkan anak – naka mereka mandi di pantai.

“Mohon Pemkot Palu untuk kaji kembali, apakah arusnya sudah tidak ada sehingga tidak dipasangi tanda bahaya lagi. Kalo arusnya masih ada, tolong tanda itu di pasang lagi,” pintanya.TIN

Harian Mercusuar

View all posts