TOLITOLI, MERCUSUAR –  Badai hujan dan petir yang melanda Tolitoli Jumat (11/8/2017) lalu, menelan korban bernama Abdullah Akas (44), warga Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Ia tewas di tempat akibat tersambar petir sekitar pukul 16.00 Wita di kebun miliknya, di Desa Lelean Nono, Kecamatan Baolan.

Paman korban bernama Husain (60) yang saat itu bersama korban di kebun miliknya menjelaskan, saat itu korban bersama pamannya usai melaksanakan salat Jumat, kemudian mereka kembali ke kebun.

“Sebelum kejadian itu, saya dan korban pergi salat Jumat tetapi saya melaksanakan salat Jumat di masjid di Dusun Bunga sedangkan korban memilih salat Jumat di masjid dekat empang yang tak jauh dari kebun kami,” kata Husain, Minggu (13/8/2017).

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat pulang usai melaksanakan salat  Jumat, korban bertanya kepada pamanya apakah sudah makan siang dan pamannya mengatakan belum sehingga korban turun di bawah kolong rumah untuk memasak nasi.

“Saat itu hujan turun dan petir bergemuruh, kemudian keponakan saya bertanya apakah saya sudah makan? dan saya bilang belum, jadi keponakan saya ini turun kebawah rumah untuk memasak nasi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, sambil menunggu korban selesai memasak nasi, paman korban mengaji dan tidak lama kemudian suara petir terdengar sangat keras membuat Husain kaget tetapi tetap meneruskan ibadahnya.

“Saya sementara mengaji tiba – tiba suara petir terdengar keras tetapi saya tetap mengaji tidak lama kemudian saya melihat asap di sudut rumah, jadi saya simpan Al Quran dan melihat kebawah rumah tenyata keponakan saya sudah terbaring dan tidak bernyawa lagi,” katanya.

Setelah melihat keponakannya sudah tergeletak, Husain bergegas melihat korban, lalu kemudian segera mencari bantuan dan memanggil warga untuk membantunya membawa turun dari kebunnya.

“Saya langsung turun melihat keponakan saya dan ternyata dia sudah meninggal. Saya pun panik dan segera mencari bantuan memanggil warga untuk membawa korban ke rumah saudaranya di Nopi, Kelurahan Nalu,” jelasnya.

Korban dimakamkan hari Sabtu (12/8/2017) di TPU yang tidak jauh dari rumah duka.

Husain juga menambahkan, hal ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan mempersilahkan pihak yang berwajib untuk melihat kondisi rumah  yang rusak akibat tersambar petir.

“Kejadian ini sudah diketahui kepolisian, saya mempersilahkan mereka untuk melihat langsung tempat kejadian dan melihat rumah di kebun saya yang kondisinya rusak parah,” tutupnya. RP

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos