BESUSU BARAT, MERCUSUAR- Ratusan orang yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Bersatu untuk Keadilan, mendatangi Kantor DPRD Sulteng dan Mapolda Sulteng, Selasa (25/4/2017). Mereka menuntut kasus kematian Sutrisno yang diduga tewas karena dianiaya oleh oknum Polisi, agar diusut hingga tuntas.

Koordinator Lapangan, Adrian dalam orasinya menyampaikan, dari penelusuran yang dilakukan diperoleh info bahwa kasus itu telah dipetieskan atau ditutup, dengan alasan  bahwa keluarga telah menarik laporannya.

“Kami juga mendapat kabar bahwa ada oknum Polisi yang menjadi makelar kasus dengan nilai dana sekitar ratusan juta rupiah. Ini ada apa?nyawa bisa diganti dengan uang,” tandasnya, saat berorasi di gedung DPRD Sulteng.

Anggota Komisi I Deprov yang menerima pendemo, Hasan Patongai mengatakan, segala tuntutan dari para pendemo, akan ditampung dan pihaknya akan mencoba memfasilitasi dengan pihak Polda Sulteng, untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

“Jika memang ada oknum Polisi yang dinilai menjadi makelar kasus, tolong berikan data valid dan bukti kepada kami, dan akan  kami tindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan kapolda,” ujarnya.

Setelah mendengarkan penyampaian dari anggota Komisi I, pendemo melanjutkan aksinya ke Mapolda Sulteng, Dir Intel Polda Sulteng Kombes Pol Lilik Apriyanto meminta perwakilan dari pendemo sebanyak lima orang, kemudian mengajak para perwakilan itu untuk membicarakan tuntutan pendemo dengan bertatap muka dengan para petinggi di Polda Sulteng.

Setelah beberapa lama kemudian, Lilik bersama para perwakilan keluar dan mendatangi pendemo yang menunggu ke depan pintu gerbang Mapolda. Dihdapan pendemo Lilik menyampaikan, bahwa kasus tersebut sekarang ini masih dalam penyidikan Polda Sulteng, dalam hal ini Krimum dan Propam.

“Jadi tidak ada yang menutup kasus tersebut, kita masih terus melakukan proses penyidikan. Saya minta kepada kita sekalian jangan muda terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas, kalau ada yang ingin disampaikan nanti, tolog dikoordinasikan langsung dengan kita,” urainya.

Setelah menyampaikan orasinya, massa aksi membubarkan diri dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. AMR

Harian Mercusuar

View all posts