TOLITOLI, MERCUSUAR – Warga Dusun Butun Desa Kabetan Kecamatan Ogodeide sangat membutuhkan sentuhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli dalam menangani permasalah krisis air yang selama ini menjadi problem utama pada masyarakat yang ada di daerah itu.

“Masalah air bersih ini memang masalah kami yang ada di pulau Kabetan ini, entah solusi apa yang bisa dilakukan untuk menangani ini, semua kami serahkan ke pemerintah gimana langkah-langkah pemerintah mengatasinya,” ungkap Hamid (42) salah seorang warga Butun saat di temui media ini di rumahnya belum lama ini.

Dikatakan, kondisi krisis air bersih di daerahnya itu sudah berlangsung bertahun-tahun. Meskipun saat ini ada sejumlah sumur manual  di daerahnya itu. Namun terkadang kering dan parahnya lagi airnya terasa asin, apalagi jika musim kemarau tiba.

“Kami biasa pergi mengambil air itu sampai ke Sage atau Labuan Lobo yang lumayan cukup jauh juga dari Kabetan ini, bahkan biasa mengambil dari Kota Tolitoli,” katanya.

Untuk diketahui, Dusun Butun adalah salah satu dusun di Pulau Kabetan, salah satu pulau terluar, yang jaraknya sekira 80 kilo meter dari Kota Tolitoli, jika ditempuh dengan perahu mesin memakan waktu hingga 1 jam untuk sampai di daerah ini.

Pantauan media ini di Dusun Butun belum lama ini, benar di daerah ini sangat krisis air bersih, mesikpun terdapat beberapa sumur manual, tapi sumur tersebut sebagian tampak kering, saat wartawan media ini mencoba untuk mandi disalah satu sumur yang ada sedikit airnya, memang benar terasa asin.

Ada solusi yang coba ditawarkan warga setempat, agar Pemkab mengadakan satu unit perahu mesin khusus pengangkutan air bersih ke daerah itu. RTL

1 comment

Latest videos