PALU,  MERCUSUAR – Kapolres Palu AKBP, Christ R Pusung mengimbau warga agar mewaspadai tindak kejahatan penipuan dengan modus menjanjikan rumah siap huni atau rumah BTN.

Saat ini, Polres Palu sedang menangani kasus dugaan penipuan dengan modus tersebut, yang jumlah korbannya sekira 400 orang.

“Modusnya pelaku meminta uang muka kepada korban dan mengiming-imingkan akan dibangun rumah BTN, namu pada kenyataanya tidak ada. Setelah mendapatkan uang dari korbannya, pelaku melarikan diri,” kata Kapolres.

Menurutnya, modus ini patut diwaspadai karena di Kota Palu memiliki banyak perumahan yang dapat dibeli lewat kredit dan uang tunai, sehingga rawan akan kasus penipuan. Apalagi dengan menjanjikan uang muka (DP) atau  rendah dan angsuran yang rendah tidak seperti layaknya pembayaran perumahan pada umumnya.

Selain itu, biasanya para pelaku menggunakan media sosial sebagai sarana untuk mencari korbannya. Setelah mendapat kepercayaan dari korban, pelaku menyuruh korban untuk mentransfer uang kerekening pelaku. “Ini yang perlu diwaspadai, jangan terlalu percaya dengan sosial media yang menawarkan perumahan dengan DP rendah tanpa diketahui kejelasannya. Bila perlu dicek kebenaran kantor pemasarannya kemudian dimana perumahannya,” terangnya.

Pelaku penipuan dengan modus menjanjikan rumah BTN siap huni masih dalam proses pengembangan.

Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Nasrudin menambahkan bahwa diduga masih ada pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kasus ini  masih kami kembangkan, diduga masih ada pelaku lainnya. Apalagi korbannya mencapai 300an orang, tentunya bukan hanya dilakukan sendirian. Kasus ini masih terus didalami,” kata Nasrudin.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Palu mengamankan pelaku bernama  Daling alias Aldo (45) beberapa waktu lalu, karena diduga telah melakukan tindak penipuan dan penggelapan dengan modus penawaran rumah siap huni BTN Smart Regency EE di Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan. Korbannya pun mencapai ratusan orang.

Modus Pelaku melakukan penipuan dan penggelapan dengan cara menawarkan perumahan siap huni, dimana terlebih meminta uang panjar. Setelah itu pelaku menghilang beberapa bulan tanpa kabar, sehingga korban merasa dirugikan.

Pelaku dipersangkakan sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Ancaman hukumannya pidana penjara maksimal empat  tahun. IKI

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan