LOLU SELATAN, MERCUSUAR– Wali Kota Palu, Hidayat, mengukuhkan Paguyuban Jamu Gendong (jamu olahan) Kota Palu masa bhakti 2018-2021, yang juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Kerukunan Sosial Mangudi Rukun periode 2018- 2020, di Gedung Pertemuan Paguyuban Eko Wandowo Sulteng, Minggu (11/2/2018).

Hidayat mengatakan, terbentuknya wadah jamu gendong ini diharapkan dapat mengangkat roda perekonomian di Palu. Olehnya dia berharap paguyuban ini jangan dibawah ke ranah politik, melainkan lebih kepada kegiatan-kegiatan sosial dan sejenisnya.

“Pemerintah memohon dukungan semua paguyuban, untuk sama-sama menjadikan Kota Palu sebagai kota jasa yang berbudaya dan dilandaskan iman taqwa, terutama program kerja Mangudi Rukun ini,” kata Hidayat.

Hidayat melanjutkan, Kota Palu tidak memiliki lahan pertanian, sehingga pembangunan ekonomi didorong melalui sektor jasa, dengan 18 kelurahan yang didorong di bidang ekonomi home industry, seperti jamu gendong ini, maka silahkan membuat programnya dan pemerintah akan membantu baik industrinya, pengemasan dan pemasaran.

Dia menginginkan jamu gendong dikenal orang membawa nama Kota Palu, maka itu Hidayat menantang pelaku usaha jamu gendong ini. “Jangan hanya satu gelas, produksilah secara masif. Kita tidak usah keluar Sulteng di 12 kabupaten dulu, apa yang dibutuhkan sampaikan saya, dengan begitu jamu olahan dari Kota Palu dapat diproduksi secara modern bukan saja hanya dijual secara bentuk gelas,” jelasnya. ABS

Harian Mercusuar

View all posts