Jangan Berani Pungli

PALU, MERCUSUAR – Ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri se-Kota Palu dilantik oleh Wali Kota Palu, Hidayat di aula SMKN 3 Palu, Rabu (1/11/2017). Dengan adanya pelantikan tersebut, saat ini seluruh TK, SD, dan SMP negeri di ibukota Sulteng resmi memiliki Kepsek yang baru.

Mereka yang dilantik adalah  dua Kepala TK, 102 Kepala SD, 21 Kepala SMP, dan 22 Pengawas SD dan SMP.  Sebelumnya memang ada puluhan sekolah di Kota Palu yang belum memiliki Kepsek dan hanya dijabat oleh Pelaksana Tugas Harian (PLH). Selebihnya adalah Kepsek yang sudah lebih dari dua periode menjabat. Makanya Pemerintah Kota Palu secepatnya melaksanakan seleksi terbuka bagi para calon Kepsek dengan beberapa aturan yang diterapkan, di antaranya calon Kepsek tidak boleh lagi mencalonkan jika sudah menjabat selama dua priode atau lebih dari delapan tahun menjabat.

Menariknya pada pelantikan tersebut sejumlah Kepsek yang memiliki pengalaman dan banyak mengukir prestasi tersingkir dan hanya menjadi pengawas di Dinas Pendidikan Kota Palu. Sementara banyak wajah baru yang menjabat sebagai Kepsek unggulan di Kota Palu.

Wali Kota Palu, Hidayat dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para Kepsek yang telah dilantik. “Kami meminta kepada seluruh Kepsek baru bisa menjalankan tugas dengan baik. Terutama menjalankan seluruh program yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Palu dan tidak luput tetap menjalin kordinasi dengan dinas terkait dalam hal peningkatan mutu pendidikan di Kota Palu,” katanya, Rabu (1/11/2017).

Wali kota  juga tidak mau lagi mendengar adanya perbedaan antara sekolah unggulan dan sekolah pinggiran. Makanya ia  juga berusaha agar mulai tahun ini akan memberikan bantuan secara maksimal kepada sekolah-sekolah yang terletak di pinggiran Kota Palu agar bisa setara dengan sekolah-sekolah di dalam kota.

“Kami juga tetap berpesan kepada seluruh Kepsek yang dilantik untuk terus menjaga sekolahnya agar tidak melakukan pungutan liar (Pungli) dalam bentuk apapun. Jika ada sekolah melakukan pungli didasari dengan bukti yang akurat, maka pemerintah tidak akan segan mengganti Kepsek tersebut,” terangnya.

Ia menambahkan sekolah juga harus tetap menerapkan pendidikan budaya kepada para siswanya. Jadi, setiap Kamis para siswa diwajibkan untuk menggunakan topi adat masing-masing suku. Tak hanya itu bagi SD, penerapan Baca Tulis Quran (BTQ) harus terus dijalankan agar para siswa juga mendapatkan pengetahuan agama yang memadai. UTM

Kepala SMP Kota Palu

NO NAMA JABATAN BARU
1 Farida SMPN 1 Palu
2 Ninik Yuliati SMPN 2 Palu
3 Wiji Slamat SMPN 3 Palu
4 Alfrets Royke Pandean SMPN 4 Palu
5 Ramlah M Siri SMPN 5 Palu
6 Arief SMPN 6 Palu
7 Masaat SMPN 7 Palu
8 Mursida Said SMPN 8 Palu
9 Hilmi SMPN 9 Palu
10 Lainsan SMPN 10 Palu
11 Sunardianto SMPN 11 Palu
12 Yusri SMPN 12 Palu
13 Masnur SMPN 13 Palu
14 Harlina SMPN 14 Palu
15 Abdul Rasyid SMPN 15 Palu
16 Nini Martin SMPN 16 Palu
17 Kalsum Lawira SMPN 17 Palu
18 Kisman SMPN 18 Palu
19 Ilman SMPN 19 Palu
20 Astar SMPN 21 Palu
21 Suparman SMPN 22 Palu

Sumber: Keputusan Wali Kota Palu per 31 Oktober 2017

Harian Mercusuar

View all posts