MOROWALI, MERCUSUAR – Terkait video dugaan pelarangan salat Jumat oleh salah seorang Foreman (Pengawas) PT ITSS, perusahaan induk mereka PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) melalui jajaran direksinya, mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Morowali untuk memberikan penjelasan, Rabu (24/5/2017).

Pertemuan dipimpin oleh salah seorang direksi, Suparni Parto yang merupakan mantan Kapolda Sulawesi Tengah, dan sejumlah petinggi IMIP Group lainnya. Sementara, Ketua MUI Morowali, H Mauluddin hadir langsung dalam pertemuan itu, diikuti pengurus lainnya, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali diwakili oleh Asisten I, Bambang S Soerodjo.

Pihak PT IMIP Group memberikan penjelasan dan menjawab beberapa pertanyaan dari pihak MUI, kemudian dihasilkan lima pernyataan bersama, yakni pertama, tidak ada kebijakan perusahaan untuk melarang pelaksanaan salat lima waktu maupun salat Jumat. Kedua, perusahaan memberikan fasilitas rumah ibadah umat beragama, khususnya umat muslim.

Ketiga, perusahaan sangat berkomitmen untuk mendorong pelaksanaan ibadah keagamaan oleh karyawan di dalam perusahaan. Perusahaan memandang, pelaksanaan ibadah keagamaan merupakan bagian dari pembinaan mental spiritual karyawan, yang oleh karena itu sangat diperhatikan oleh perusahaan.

Keempat, perusahaan dan MUI bekerjasama dalam mengelola masalah keagamaan di dalam kawasan perusahaan. Terakhir, kejadian yang ada saat ini adalah masalah miskomunikasi dan telah diselesaikan secara bersama dengan Pemerintah Kabupaten Morowali dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Morowali.

Ketua MUI Morowali yang diwawancara usai pertemuan tersebut menegaskan, kewajiban salat adalah merupakan sesuatu hal yang tidak bisa ditawar lagi, dan ke depan jika benar ada pelarangan salat oleh pihak perusahaan, maka MUI akan menjadi yang terdepan untuk melakukan teguran keada pihak perusahaan. BBG

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos