BANGGAI, MERCUSUAR – PT Rekayasa Industri (Rekind) diingatkan agar mengutamakan pekerja lokalan dalam rekrutmen tenaga kerja.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo saat bersama tim Garuda Indonesia berkunjung ke areal pembangunan konstruksi pabrik ammonia PT Panca Amara Utama di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kamis (13/10/2016).

Tak hanya PT Rekind, kontraktor pembangunan pabrik amonia PT Panca Amara Utama (PAU) yang diingatkan Wabup Mustar Labolo, tapi seluruh perusahaan yang bergerak di berbagai bidang harus mengutamakan pekerja lokal.

Kehadiran investasi di daerah bertujuan untuk meminimalisir angka pengangguran. Tentu turunannya adalah membangkitkan gairah ekonomi masyarakat. Tujuan tulus ini dibuktikan pula dengan kesepakatan antara Pemda Banggai dengan sejumlah perusahaan yang berinvestasi di daerah ini.

Kebutuhan pekerja dengan jenis pekerjaan non skilll cukup merekrut masyarakat lokal. Komitmen itu tertuang dalam nota kesepakatan antara pemda dan perusahaan. Untuk mewujudkan komitmen kesepakatan itu, maka tidak ada alasan bagi perusahaan merekrut tenaga luar dengan jenis pekerjaan non skill.

Selain mengingatkan utamakan tenaga lokal, Wabup Mustar Labolo meminta manajemen perusahaan membina keharmonisan dengan pekerja. Terutama pekerja yang merupakan masyarakat lokal.

Menurut dia, permasalahan yang sering terjadi dalam perusahaan karena tidak cocok antara pekerja dan petinggi perusahaan. Olehnya itu, Wabup Mustar Labolo berharap pentingnya memelihara keharmonisan.

Ia juga berpesan kepada pimpinan PT Rekind agar memberikan kesempatan lebih banyak kepada pekerja lokal berpartisipasi pembangunan pabrik ammonia.

“Kita berharap pekerja lokal bisa berjaya di negeri sendiri,” ujar Wabup Mustar Labolo.

Hal yang sama juga disampikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banggai, Usmar Mangantjo. Menurutnya, pihak perusahaan wajib merekrut pekerja lokal selama lowongan pekerjaan dan klasifikasi yang dibutuhkan masih tersedia. “Ya kita hanya berharap pekerja lokal dihargai,” kata Usmar.

Ia juga menyampaikan permintaan kepada pihak Rekind untuk memberikan pelatihan kepada pekerja lokal, dan membayarkan upah sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP).

“Mari kita jalin kerjsama yang baik dalam bentuk pelatihan pekerja lokal yang memiliki potensi. Selain itu, perusahaan harus membayar upah seusai UMP,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Mustar Labolo didampingi Kepala Dinas Nakertrans Usmar Mangantjo, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Juanda Balahanti, Kabag Umum Yori Ntoy, Kabag Humas Soffian Datu Adam serta General Manager Branch Office Luwuk PT Garuda Iindonesia, I Made Supertama.

PT Rekind adalah perusahaan yang mengerjakan konstruksi pabrik amonia milik PT Panca Amara Utama (PAU). Proyek amonia Banggai merupakan pabrik senyawa kimia terbesar di Sulawesi.

PT Rekind telah mengerjakan sekitar 10 pabrik pupuk dalam lingkup nasional maupun regional, termasuk membangun pabrik pupuk Sabah Ammonia Urea di Kedah Malaysia. Perusahaan itu juga mampu melaksanakan sejumlah proyek lintas industri seperti geothermal dan pembangkit listrik Kamojang, batu bara, pembangunan infrastruktur pabrik amonia nitrat Bontang dan pabrik bahan peledak terbesar di dunia yang terletak di Kalimantan. Sementara di Kabupaten Banggai, PT Rekind telah menyelesaikan pembangunan CPP Pertamina EP MGDP di Dongin.BR

Harian Mercusuar

View all posts