PALU, MERCUSUAR – Universita Tadulako (Untad) membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017 khusus tenaga pengajar/dosen di kampus tersebut.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir Cyio, SE., MS mengatakan tahun ini kampus itu membuka formasi dosen sebanyak 22 orang yang terbagi dalam sejumlah program studi/bidang ilmu ataupun rumpun ilmu.

“Formasi yang kami buka untuk 22 orang. Alokasi tersebut sesuai pengadaan yang disebutkan Kemenristek Dikti,”kata Basir, Rabu (27/9/2017).

Untad berada dibawah naungan Kemenristek Dikti, sehingga seluruh rangkaian dan tahapan penerimaan calon CPNS Dosen berada dibawah kendali kementerian tersebut. Sedangkan Perguruan Tinggi hanya membantu dalam hal pengumpulan berkas. Selebihnya menjadi kewenangan Panitia Seleksi Pusat.

“Secara umum, tidak ada penegasan yang diperoleh secara tertulis namun ada isyarat bahwa sepanjang masih satu rumpun ilmu, pada dasarnya tidak dilarang untuk ikut menjadi peserta seleksi,”kata Basir.

Pemikiran itu lanjut Basir, diinspirasi setelah memperhatikan formasi yang dibuka melalui Pengumuman Nomor 3691/A.A2/KP/2017 tentang Seleksi Penerimaan Calon  Pegawai Negeri Sipil Kemristekdikti tahun 2017. Pada nomor urut “50” misalnya dengan jabatan Dosen Asisten Ahli, pada kolom kualifikasi pendidikan tertulis “S2 Agronomi/Pemuliaan Tanaman/Biologi/Ilmu Lingkungan/Teknologi Hasil Pertanian/Bioteknologi Tanaman/Statistika/Matematika”.

Demikian pula pada formasi Nomor urut 136 dengan kualifikasi pendidikan “S2 Gizi Kesehatan/Keperawatan/Ilmu Kedokteran Dasar/Pendidikan Kedokteran/Spesialis Bedah Urologi/Spesialis Penyakit Dalam/Spesialis Anak/Spesialis OG/Spesialias Jantung dan Pembuluh Darah.

“Memperhatikan itu, bukan saja berbeda bidang ilmu tetapi juga sudah tidak satu rumpun ilmu. Bahkan penempatannya dipastikan tidak dalam satu fakultas,”terangnya.

Untuk itu, seorang pelamar dapat saja berbeda prodi/bidang ilmu tetapi masih satu rumpun ilmu untuk melamar pada formasi yang ada. Jika formasi yang ada Aquakultur/Budidaya Perairan misalnya, pelamar bisa dari bidang Perikanan/Kelautan secara luas karena masih satu rumpun.

Demikian juga di Teknologi Pangan/Ilmu Pangan, sepanjang pelamar masih serumpun bidang Ilmu Pertanian, dapat melamar pada formasi itu.

“Sebab, makin banyak pelamar makin berpeluang yang dapat lulus pada Seleksi Kompetensi Dasar yang berbasis Computer Based Test (CBT) yang tidak ada campur tangan panitia dalam penetapan kelulusannya,”tutur Basir.

Ia berharap dari 22 formasi yang tersedia, semuanya bisa terisi dari pelamar dengan rumpun ilmu yang sama. Jangan lagi terulang beberapa kali penerimaan CPNS dosen di Untad, tidak pernah terisi hingga 60 persen dari formasi yang ada. “Sudah sedikit jumlah formasinya, sedikit pula yang bisa lulus SKD. Semakin jauhlah pemenuhan kebutuhan dosen PNS yang laju pensiunnya lebih tinggi dibanding laju penambahannya,”tutup Basir. INT

Latest videos