LERE, MERCUSUAR – Kebahagiaan dirasakan Rektor Universitas Alkhairaat (Unisa) Dr Hamdan Rampadio, Dekan Fakultas Kedokteran Unisa dr HA Mukramin Amran SP Rad, para dosen dan mahasiswa kedokteran Unisa. Sebanyak 13 dokter baru Unisa dinyatakan lulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) atau lulus 100 persen dalam pengumuman yang disampaikan panitia nasional, Jumat (23/9/2016) dini hari.

“Ini kegembiraan kami. (Ini menandakan) secara resmi Unisa telah bisa menghasilkan dokter,” kata Hamdan kepada wartawan, dosen dan dokter yang baru lulus ujian di Fakultas Kedokteran Unisa, Jumat. Ini menjadi capaian keberhasilan Unisa di tengah berbagai rumor miring yang menyudutkan kampus tersebut beberapa waktu lalu. “Ini juga sekaligus menepis suara-suara miring jika Unisa ditutup,” tambahnya.

Pembantu Rektor 1 Unisa Dr Muhammad Yasin MP bahkan menyambut capaian ini dengan air mata kebahagiaan. Betapa sulitnya menggambarkan kebahagiaan ini. Ini bukan sim salabim. Sebab kita yakin, dengan kebersamaan akan kita hadapi,” tambahnya.

Hamdan mengatakan terbuka peluang jika nanti pada dokter tersebut berkeinginan mengabdi sebagai dosen di Unisa, dengan kesanggupan untuk mengambil pendidikan spesialis atau S2. Ia juga meyakini, dokter-dokter muda Unisa ini akan siap ditempatkan di mana saja.

“Mahasiswa kami siap tempur. Di mana saja ditempatkan, di daerah terpencil, dia siap,” katanya. Hamdan pun berpesan agar dokter lulusan Unisa senantiasa menjadikan Tuhan sebagai penentu sehat pasien. “Jangan lupa, ciri khas kita kalau mau mengobati orang baca bismillah,” tambahnya.

Dokter Mukramin Amran menambahkan, 13 dokter yang lulus UKMPPD ini merupakan mahasiswa Kedokteran Unisa dari total 38 keseluruhan angkatan pertama tahun 2009. Saat ini sebanyak 25 dokter lainnya sedang menjalani koass atau magang di rumah sakit.

Secara umum, pendidikan dokter terdiri dari tiga tahap. Tahap akademik yang berakhir dengan gelar sarjana kedokteran, selanjutnya magang atau koass di rumah sakit dan berikutnya adalah UKMPPD. Jika lulus ujian dan telah menjalani sumpah, yang bersangkutan sudah menyandang gelar dokter dan tinggal mengurus izin praktik.

UKMPPD tersebut digelar dalam dua tahap pada Agustus bulan lalu. Ujian pertama adalah objective structured clinical examination (Osce) atau berkenaan dengan skill alias kecakapan teknis sebagai dokter. Ujian berikutnya adalah computerized based text (CBT) yang terkait kemampuan akademik seorang dokter. “Ujian ini tersistem secara online sehingga bebas intervensi manapun,” tambah Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran drg Lutfiah Sahabuddin MKes.

Lutfiah menambahkan kelulusan 100 persen ini merupakan capaian baik sebab tidak semua peserta ujian langsung dinyatakan lulus. Sebagai gambaran, UKMPPD Agustus lalu diikuti 4.924 calon dokter dan hanya 3.039 saja yang lulus. Sisanya 1.885 orang tidak lulus. Bisa saja ada calon dokter yang lulus pada ujian Osce namun gagal di CBT, demikian pula sebaliknya atau tidak lulus kedua-duanya. Selain berasal dari Palu, 13 dokter baru Unisa ini datang dari berbagai daerah seperti Tojo Una-una, Ternate (Maluku Utara), bahkan Kalimantan.DAR

Komentar

komentar

Indar Ismail

Lihat semua tulisan