PALU, MERCUSUAR – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulteng, Irwan Lahace menilai, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dapat menghindari kecurangan oleh pihak sekolah, karena soalnya langsung dikirim dari pusat tanpa ada perantara.

Menurutnya, pelaksanaan UNBK sangat baik, jika dibandingkan dengan pelaksanaan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) yang selama ini dilaksanakan. Sebab kata dia, proses penyaluran UNKP sangat panjang. Tak hanya itu, jadwalnya kadang meleset dari target, yang membuat banyak kejadian pihak sekolah terpaksa harus menggunakan mesin Foto Copy untuk memenuhi kebutuhan soal.

Irwan Lahace mengatakan, dengan banyaknya kelebihan ini, diharapkan seluruh sekolah tingkat SMA dan SMK baik negeri maupun swasta di Sulteng, bisa melaksanakan UNBK.

“Kita sudah banyak belajar dari tahun sebelumnya tentang kekurangan dari pelaksanaan UNKP. Selain itu kita bisa menghindari oknum-oknum untuk bisa membocorkan soal yang ada di UNKP. Makanya sekolah wajib mendukung program pemerintah dalam melaksanakan UNBK,” katanya, Kamis (1/2/2018).

Ia menambahkan, pelaksanaan UNBK sebenarnya tidak sulit bagi sekolah, karena hanya harus menyiapkan server, sementara fasilitas komputer bisa dipinjamkan dari pihak siswa yang memiliki komputer. Jika tidak memiliki, bisa meminjam sekolah lainnya yang memiliki fasilitas komputer yang memadai.

“Intinya dalam pelaksanaan UNBK ini memerlukan kemauan, jika sekolah tidak mau berusaha, maka tidak akan jalan untuk pelaksanaan UNBK. Tetapi jika ada kemauan, maka semuanya bisa berjalan dengan baik, sebab jika sekolah hanya bisa mengharapkan bantuan dari pemerintah, maka akan sulit, karena bantuan dari pemerintah sangat terbatas,” terangnya. UTM

 

 

Harian Mercusuar

View all posts