BIROBULI SELATAN, MERCUSUAR – Deputi Bidang Pengendalian Penduduk pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) RI, Wendy Hartanto mengatakan untuk mencapai sasaran program, BKKBN tidak dapat bekerja sendiri, tapi diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. Salah satunya adalah menumbuhkan kesadaran arti pentingnya penduduk sebagai subjek sekaligus obyek pembangunan kepada anak sejak usia dini.

Anak juga harus diberikan pemahaman bahwa alam tidak selamanya mampu memenuhi kebutuhan manusia karena daya tampung dan daya dukung lingkungan sangat terbatas.

“Oleh karena itu pada hari ini kita menjalin kemitraan dengan para kepala sekolah dan para guru, khususnya guru mata pelajaran geografi agar setidaknya menyisipkan materi kependudukan dalam geografi. Karena anak sekarang harus kita beri pemahaman jangan sampai kita menjadi penduduk besar tapi tidak berkualitas, ”ucapnya pada Pelatihan DEV-INFO dan Pertemuan Kemitraan Kerjasama Pendidikan Kependudukan tingkat Sulteng di Palu, Selasa  (18/4/2017).

Wendy berharap,  pihaknya menginginkan  ada kesadaran di satuan-satuan pendidikan bahwa kependudukan merupakan masalah bersama. “Kalau mereka benar sadar, mereka akan membuat nanti sekolah berwawasan kependudukan. Bukan harus ada pelajaran khusus soal kependudukan tapi kita warnai, misalnya Bahasa Indonesia itu bisa kita muat dengan bacaan-bacaan tentang kependudukan,” tandasnya.

Terkait dengan DEV-INFO, kata Wendy, program BKKBN tidak hanya mengatur pengendalian penduduk, tetapi harus membangun penduduk yang berkualitas dengan lebih awal, di mana pemetaannya dilakukan sampai level desa.

Ketua panitia, Ruwayah menyampaikan salah satu tugas BKKBN adalah menyediakan data dan parameter dasar kependudukan. Data dan parameter kependudukan tidak hanya memotret situasi dan kondisi kependudukan secara nasional dan provinsi, namun juga pada skala kabupaten/kota, kecamatan bahkan desa. “Data dan parameter kependudukan tersebut dapat berupa statistik umum maupun statistik sektoral BKKBN seperti pendataan keluarga dan statistik rutin lainnya,” katanya.   Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Agus Putro Proklamasi, Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Darlis Darwis dan perwakilan dari 13 kabupaten/kota sebagai peserta.  DAR

Harian Mercusuar

View all posts