DONGGALA, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten Donggala pada hari ini Senin (27/11/2017) akan mencanangkan Donggala Kota Wisata (DKW) di anjungan Gonenggati Isemapa Maipiapa Donggala.

Pencanangan DKW ini, bukan tanpa perencanaan, tapi sudah menjadi bagian dari visi misi Bupati Donggala 2014-2019 dalam rangka meningkatkan daya saing daerah melalui mengembangkan potensi wisata.

Bupati Donggala, Kasman Lassa kepada Mercusuar menjelaskan terkait semangat yang terkandung dalam pencanangan Donggala Kota Wisata.

“Saya ingin jangan badiam. Harus dilakukan gerakan yang dimulai dengan pencanangan, yang merupakan titik nol dalam menentukan target pembangunan pariwisata di Kabupaten Donggala,” katanya.

Kita tidak langsung bangun sana, bangun sini. Kita canangkan dulu bahwa pada tanggal 27 November 2017, Kabupaten Donggala memulai kegiatan membangun Kota Wisata.

Dari sini kita mulai untuk membicarakan persoalan apa yang harus dibangun dengan penganggarannya, kemudian kita implementasikan. Itu maksudnya mencanangkan Donggala Kota Wisata.

Ini juga sebagai bukti bahwa Donggala serius membangun wisata yang start dari nol. Nanti sejarah akan mencatat bahwa pada 2017 Bupati Donggala Kasman Lassa telah mencanangkan Donggala menjadi Kota Wisata.

Desa dan kecamatan menjadi lokomotif dalam setiap pembangunan, termasuk wisata. Setiap desa mendata dan mendokumentasikan destinasi wisatanya.  Mereka foto objek wisatanya dan dinilai serta dievaluasi oleh tim yang dibentuk oleh Dinas Pariwisata. Mana yang layak dan memenuhi syarat dari sisi keindahan dan potensinya.

Foto destinasi yang berbobot tinggi, dengan estetika yang bagus, serta memiliki potensi sumber daya alam yang menjanjikan untuk objek wisata, kita persiapkan anggarannya untuk dibangun infrastruktur dan fasilitas pariwisata melalui APBD 2018.

Pencanangan Donggala Kota Wisata pada tanggala 27 November ini, dimaksudkan juga tidak hanya menjadi titik nol pembangunan Pariwisata Kabupaten Donggala, tetapi  sebagai tanggal atau bulan festival tahunan wisata di Donggala.

Bentuk atau nama festivalnya nanti dirumuskan, namun yang penting ada kegiatan festival minimal bertaraf Provinsi Sulawesi Tengah yang secara bertahap menjadi even wisata bertaraf internasional.

Apa yang dilakukan setelah Pencanangan Donggala Kota Wisata?

Sebagai titik nol pembangunan pariwisata, tentu sudah ada yang sebelumnya melakukan usaha terkait kepariwisataan. Misalnya yang pertama, kuliner tradisional sudah siap. Jauh sebelumnya ibu-ibu sudah dilatih bagaimana caranya membuat lemo-lemo, topu-topo, onde-onde, pondi-pondi, gogoso, kaledo. Kemudian terkait dengan souvenir, sudah dibangun rumah tenun sarung Donggala.

Yang kedua, keterampilan kerajinan lain juga ada, sesuai dengan program empat pilar, antara lain yaitu: berkaitan dengan kawasan produksi unggulan desa. Misalnya keripik udang, keripik pisang, kriping buah termasuk potensi buah segar.

Ketiga adalah transportasi laut. Angkutan laut kita sudah ada, yaitu kapal wisata. Nanti kita tambah lagi untuk angkutan wisata dari Palu ke Donggala dan sebaliknya.

Rute kapal wisata ini ke tempat kuliner yang ada di pantai, seperti anjungan Gonenggati Isemapa Maipiapa, anjungan panta kapal Ujupotaho, juga ke Tanjung Karang hingga ke Pusentasi.

Semua tempat kunjungan wisata ini, dibuat kegiatan rutin setiap minggu, misalnya hari Sabtu dan Minggu atau hari libur lainnya.

Saya juga sudah mengarahkan kepada SKPD untuk memprogramkan kegiatan terkait pariwisata, termasuk menata destinasi Tanjung Karang. Saya tidak akan melihat lagi rumah yang ada di pinggir laut, apapun namanya nanti akan kita relokasi. Itu juga kita lakukan setelah pencanangan.

Untuk mempercantik Kota Donggala, juga akan dilakukan pelebaran jalan, khususnya dari Desa Loli Dondo hingga ke anjungan Gonenggati. Jadi saya melihat yang paling dekat dan paling cepat harus kita rombak adalah Donggala Kota, karena ini adalah pintu gerbang Pariwisata Donggala.

Donggala kota ini harus cepat dibangun fasilitas pariwisatanya. Saya lihat Donggala ini bisa maju cepat dari objek wisata. beberapa negara  Asia seperti Thailand dan Filipina, jadi hebat karena pariwisatanya.

Potensi wisata kita selain Tanjung Karang, Kota Tua, Panta Kapal, Pusentasi dan lain-lain ada juga air terjun yang bisa jadi tempat berkemah  atau outbound.

Persiapan kebutuhan air juga sudah dilakukan oleh PDAM termasuk membuat air mineral kemasan.

Potensi wisata di luar Donggala kota juga sudah mulai berbenah. Namun hal yang tak kalah penting adalah sejauh mana kesiapan masyarakat itu sendiri dalam melibatkan diri menyukseskan program Donggala Kota Wisata. Selain terlibat dalam penyiapan kuliner, juga mengembangkan potensi pendapatan dari kegiatan selain kuliner dan kerajinan untuk cendera mata.

Kota tua ini harus dijaga kebersihannya dan diperindah sesuai sapta pesona. Selain kesiapan infrastruktur, juga akan dibuat kebun binatang sesuai kondisi lahan di depan perkantoran tanpa mengganggu sebagai fungsi Ruang Terbuka Hijau.

Masih banyak yang akan dilakukan untuk menata ibu kota Donggala ini menjadi Kota Wisata. Maka mari kita awali dengan pencanangan untuk bekerja bersama, menyatukan semangat seluruh komponen terkait dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Donggala yang maju dan sejahtera. HID

Harian Mercusuar

View all posts