SIGI, MERCUSUAR – Empat desa di Kecamatan Sigi Biromaru, yaitu Desa Lolu, Loru, Mpanau dan Pombewe menemukan timbangan beras miskin (raskin) berkurang setelah memperoleh penyaluran ke desa masing-masing.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Lolu sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Kecamatan Sigi Biromaru, Imran Latjedi, Jumat (10/6/2016). Ia mengatakan untuk jatah desanya sendiri, per karung dengan berat 50 kilogram, setelah ditimbang kembali beratnya hanya sekitar 45 kilogram hingga 47 kilogram.

“Artinya dalam setiap karung ada yang berkurang. Beratnya tidak menentu, ada yang 45 kilogram sampai 47 kilogram. Jadi otomatis setiap karung berkurang antara tiga hingga lima kilogram. Setelah saya konfirmasi tiga kades yang lain ternyata juga kurang lebih sama kasusnya. Jadi kami sepakat untuk belum membagikannya kepada masyarakat untuk dijadikan barang bukti kepada pihak penyalur. Dalam hal ini bulog,” jelas Imran kepada sejumlah media, kemarin.

Katanya, kasus seperti ini sudah dua kali terjadi. Sehingga atas kejadian tersebut, ia mengajak seluruh kades agar menimbang kembali serta menyimpannya untuk dijadikan sebagai barang bukti, supaya ditindaklanjuti pihak penyalur.

“Kami belum memperoleh keterangan dari pihak bulog menyangkut hal ini. tapi kami sudah sampaikan dan diharapkan bulog dapat sesegera mungkin melakukan pengecekan di lokasi kami sekaligus menyelidiki persoalan ini apakah ada oknum yang sengaja menguranginya atau memang karena kesalahan teknis seperti timbangan yang dipakai,” sambungnya.

Imran menyatakan kondisi tersebut berdampak besar serta merugikan masyarakat jika harus mengikuti timbangan yang ada. Sementara jika dibagikan utuh sesuai takaran, tentu pihak pemerintah desa yang menanggung selisihnya.

“Penyaluran sebelumnya masih kami diamkan, tapi sekarang terjadi lagi. Jadi kami harus sampaikan. Jangan sampai ada pihak atau oknum tertentu yang mengambil keuntungan, sedangkan masyarakat yang dirugikan,” tutupnya. BAH

Misbah Hidayat

View all posts