TANAMODINDI, MERCUSUAR– Tiga personel pemadam kebakaran (damkar) menjadi korban pelemparan warga serta dua unit kendaraan damkar mengalami kerusakan yang juga akibat. Hal itu terjadi ketika kendaraan damkar akan memadamkan kobaran api yang menghanguskan los-los di Pasar Tradisional Masomba pada Selasa (8/8/107) malam.

Kepala DPKP Palu, Musliman mengatakan, para petugas terkena lemparan batu di bagian wajah dan dada, meskipun mereka yang terkena lemparan itu tidak mengalami luka serius, namun ini menjadi perhatian karena menyangkut dengan keselamatan petugas saat bekerja.

Selain itu, kata Musliman, beberapa bagian pelindung mobil juga mengalami kerusakan, pintu mobil bagian belakang tempat penyimpanan alat dan selang tidak dapat terbuka lagi karena penyok. “Setelah api sudah reda, petugas kita tarik mundur, sebab jika bertahan maka kita kuatirkan kerusakan mobil dan petugas akan semakin parah,” ujarnya.

Kekacauan itu dipicu kepanikan warga, yang melihat kobaran api semakin membesar dan akan menghanguskan kios atau lapak milik mereka. Sejumlah warga berusaha merampas selang penyemprot api milik petugas, namun petugas tetap berupaya menjalankan prosedur pemadaman, disat itulah tiba-tiba lemparan batu yang tidak diketahui arahnya langsung mengenai mobil damkar dan beberrapa petugas.

Musliman menyayangkan tindakan warga, yang dinilai brutal tanpa didasari pemahaman yang cukup mengenai prosedur pemadaman dan keberadaan kendaraan damkar. Dia menjelaskan, setelah mendapat laporan kebakaran, unit mobil penembak air dari Tawaili dan Palu  Barat bersama enam mobil penyuplai air diturunkan untuk membantu memadamkan api di Pasar Masomba.

“Karena DPKP hanya memiliki satu unit mobil suplay air, maka selebihnya dipinjam dari instasi lain dan BPBD Sulteng,” katanya.

Menurut Musliman, yang patut diketahui masyarakat tidak semua mobil pemadam memiliki fungsi sebagai mobil penembak api. ABS

Harian Mercusuar

View all posts