TOLITOLI, MERCUSUAR – Tiga wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tolitoli dapat dikembangkan sebagai perluasan lahan perkebunan, yakni masing-masing Kecamatan Galang, Dakopemean dan Tolitoli Utara.

Hal itu terungkap dalam seminar akhir Kegiatan Perwilayahan Komoditas Perkebunan dan Strategi Pengembangannya di Kabupaten Tolitoli, hasil kerjasama Dinas Perkebunan Kabupaten Tolitoli dengan Universitas Tadulako (Untad) Palu, yang berlangsung, Senin 17 Oktober 2016.

Berdasarkan hasil tim peneliti  dari Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) Palu yang terdiri dari Dr. Isrun Muh. Nur, Dr. Rustam Abd. Rauf, Dr. Yulianti Kalaba, Dr. Lien Damayanti, Dr. Ulfiah A. Radjamuddin, tiga kecamatan yang terpilih dalam komoditas perkebunan dan strategi pengembangannya di Kabupaten Tolitoli, luas areal secara keseluruhannya mencapai 4.079,77 Kilometer persegi.

Peneliti dari Fakultas Pertanian Untad Palu, Dr. Isrun Muh. Nur memaparkan hasil penelitiannya menyebutkan, Kecamatan Galang, Kecamatan Dakopamean dan Kecamatan Tolitoli Utara,  memiliki lahan perkebunan yang dapat dikembangkan dengan strategi pengelolaan tanah. Strategi pengelolaan tanah yang dimaksud yakni menggunakan teknologi pertanian memanfaatkan benih/varietas berkualitas produksi tinggi.

“Salah satu aspek teknologi yang perlu mendapat perhatian penggunaan varietas unggul khususnya untuk tanaman cengkeh, kakao dan pala serta kelapa telah dilakukan petani, tetapi belum menyeluruh,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dari hasil rekomendasi dan kesimpulan penelitian yang dilakukan pihaknya, usulan penggunaan lahan terpilih, untuk Kecamatan Galang luas lahan pengembangan sekira 45.390 hektar  dengan komoditi yang dapat dikembangkan seperti cengkeh,kelapa dalam, kakao dan pala.

Sedangkan Kecamatan Dakopamean dengan luas lahan luas lahan pengembangan sekira 17.350 hektar,  komoditi yang dapat dikembangkan seperti cengkeh,kelapa dalam, kakao dan pala dan untuk Kecamatan Tolitoli Utara  dengan luas lahan pengembangan sekira 34.2120 hektar dengan komoditi yang dapat dikembangkan seperti cengkeh,kelapa dalam, kakao dan pala.

“Hasil penelitian ini akan menjadi acuan Dinas Perkebunan, untuk pengembangan lahan produktif di tiga wilayah tersebut pada khususnya, sehingga hasil komoditas perkebunan yang dikembangkan masyarakat memiliki kualitas unggulan dan terbaik,” tandasnya. RP

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan