PALU, MERCUSUAR – Dalam kurun dua pekan, di Sulteng terungkap tiga kasus pencabulan yang dilakukan ayah terhadap anak kandungnya.

Awalnya di Kabupaten Buol, ayah tega mencabuli anak kandungnya sendiri selama bertahun-tahun. Anak yang dicabuli sejak masih duduk di kelas 5 SD hingga Kelas 1 SMP tersebut, saat ini sedang hamil.

Kemudian kasus pencabulan anak kandung yang terjadi di Tentena, Kabupaten Poso. Kasus itu terungkap setelah anak yang sedang hamil lima bulan keguguran, dan ternyata ia hamil karena telah diperkosa ayahnya berkali – kali.

Kasus ketiga terjadi di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) beberapa waktu lalu. Seorang ayah tega mencabuli anaknya sebanyak 14 kali, hingga anaknya tersebut hamil lima bulan.

Anak–anak korban kasus pencabulan oleh ayah kandung tersebut, saat ini terus dikawal dan diadvokasi oleh P2TP2A Sulteng.

H Sofyan Farid Lembah
H Sofyan Farid Lembah

Sekretaris P2TP2A Provinsi Sulteng, H Sofyan Farid Lembah mengatakan masyarakat kita saat ini sedang sakit. Ayah yang seharusnya melindungi anaknya, justru menjadi pelaku kejahatan dan merusak masa depan anak kandungnya sendiri.

Keluarga yang menjadi tempat berlindung anak, justru tidak lagi aman sebab ayah sebagai kepala keluarga justru sebagai pelaku utama tindak kejahatan.

Sofyan berharap kasus itu menjadi tangungjawab semua pihak terutama pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap penyakit masyarakat semacam itu.

Sementara itu, Anggota P2TP2A Provinsi Sulteng, Zatriawati mengusulkan agar sebaiknya program pemerintah melalui keluarga sadar hukum (Kadarkum) pada rezim Soeharto diterapkan kembali. Hal tersebut guna mencegah semakin maraknya kasus serupa dan kasus kejahatan lain yang melibatkan orang dalam satu keluarga.TIN