AMPANA, MERCUSUAR – Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Poso , Senin (28/1/2018) menggelar sidang putusan terhadap salah satu aktivis anti korupsi Touna, Mohamad Aksa Patundu, terkait kasus Undang-undang ITE.

Dalam putusan terdakwa, Moh Aksa Patundu, akhirnya bisa bernafas lega usai dinyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Klas I Poso. Sidang pembacaan amar putusan oleh majelis hakim dipimpin oleh Hakim Ketua, Achmad Yuliandi Erria Putra SH dan Hakim Anggota Jusdi Purnawan, SH, MH serta Deni Lipu, SH yang dimulai sekitar pukul 10.30 Wita.

Achmad Yuliandi Erria Putra, SH menyampaikan bahwa dalam pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU-ITE, Moh. Aksa Patundu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pidana. “Oleh karena itu terdakwa Moh. Aksa Patundu harus dibebaskan dari segala macam bentuk tuntutan dan harus di pulihkan hak-hak, kedudukan, harkat serta martabatnya,” kata Hakim Ketua.

Pertimbangan majelis dalam amar putusan, bahwa makna kata-kata dalam status akun Facebook Moh. Aksa, tidak mengandung tuduhan atau postingan di akun Facebook itu tidak mengandung muatan penghinaan dengan demikian unsur mencemarkan nama baik tidak terpenuhi.

Sebelumnya Jaksa Penuntut (JPU) Kejaksaan Negeri Touna menuntut terdakwa dengan kurungan 7 bulan penjara. Jaksa penuntut umum masih berpikir untuk mengajukan banding. DEL

 

 

 

 

Harian Mercusuar

View all posts