PETOBO, MERCUSUAR– Setelah selesai masa pemeliharaanya, dua Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pengembangan Program Kota Hijau (P2KH) YAKNI Taman Doyata Kelurahan Petobo dan Penataan Kawasan Teluk Palu di Jalan Komodo, Kelurahan Talise, diresmikan sekaligus diserahkan ke Pemerintah Kota Palu untuk dipelihara, Selasa (1/8/2017).

Pembuatan RTH tersebut merupakan bantuan dari Kementrian Pekerjaan Umum /Perumahan Rakyat (Kemen PU/PR) dengan anggaran APBN  2016 yang dilaksanakan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU/PR.

RTH sebagai amanat UU Penataan Ruang nomor 26 tahun 2007 pasal 29 ayat 2 proporsi RTH pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Daerah Sulteng, Ir. Saliman Simanjuntak, Dipl.HE mengatakan, Kota Palu semakin lama semakin bertumbuh dan timbulnya permasalahan kota seperti kemacetan banjir, pemukiman kumuh pemanasan global dan berkurangnya RTH. Olehnya RTH yang dibangun Kemen PUPR lewat Ditjen Cipta Karya merupakan satu perjuangan yang berat, setelah adanya permohonan pemkot atau pemkab yang menginginkannya yang dirancanakan dan diperjuangkan dananya

Dia berharap, dengan dibangunnya RTH dan penataan kawasan wisata diharapkan pemda beserta masyarakat dapat melakukan pengelolaan pemiliharaan secara berkelanjutan, adanya aset RTH Pemkot dapat menerima dan memanfaatkan keberadaan RTH ini, juga diharapkan minimal setiap bulan ada kegiatan bersifat lingkungan di Taman Doyata Petobo.

Peresmian RTH ditandai penandatangan batu prasasti yang dirangkaikan juga penyerahan peralatan tulis sekolah lengkap kepada anak-anak kelompok belajar P2KH Doyata Petobo yang didampingi pembinanya, Hartadi A. Gatot. ABS

Harian Mercusuar

View all posts