Setiap muslim tentu merindukan momen berkunjung ke Mekkah Almukarramah. Tak terkecuali Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulteng, Mahmud Matangara SH MM yang mengawali tahun 2018 dengan melaksanakan umrah di Tanah Suci.  Selama 11 hari menjalani perjalanan spritual tersebut, Mahmud membagikan kesan-kesannya.   “Mekkah sungguh menawan dihati. Sesuai dengan lafal yang dikumandangkan para jemaah haji atau umrah, datanglah berulang-ulang ke Mekkah Almukarramah,” ujar Mahmud kepada Mercusuar melalui whatsapp, Kamis (11/1/2018).

Selain melaksanakan rangkaian ibadah umrah dan ziarah, Mahmud  mengaku  melakukan refleksi selama di Tanah Suci. Menurutnya, Mekkah tak ubahnya kota yang tak pernah sepi, karena setiap waktu mendapat kunjungan jemaah umrah, plus jemaah haji di musim haji.  Sudah tentu kehadiran para jamaah akan berdampak pada sektor ekonomi di Arab Saudi.

“Memang agak sulit untuk ditakar berat ringannya tanah para syuhada ini. Lahan kering dan tandus terbentang luas tanpa rerumputan atau pepohonan, hanya pohon kurma yang hidup di tempat-tempat  tertentu dan beberapa tempat dihuni kawanan onta. Meski demikian, geliat tamu-tamu Allah berdatangan dari penjuru dunia sehingga dapat dipastikan Mekkah ini sampai kapan pun sepanjang manusia masih bernafas tidak akan pernah berhenti putaran rodanya,” tambahnya.

Mahmud bersama istri bertolak ke Jeddah, Arab Saudi tepat pada Senin (1/1/2018) pekan lalu.  Setelah menuntaskan rangkaian ibadah umrah, ia bersama rombongan meninggalkan Mekkah pada Rabu (10/1/2018) menuju Jeddah untuk selanjutnya kembali ke Jakarta melalui Kolombo, Sri Langka.

Pengalaman berdiri di depan Ka’bah dan mengunjungi pusara Baginda Rasulullah SAW membuat Mahmud ingin betah berlama-lama.  Itulah sebabnya ia sebenarnya berat meninggalkan tempat suci itu.  “Mekkah Almuakkaramah ibarat seekor harimau yang datang mencabik-cabik diriku. Selamat tinggal Tanah Para Sufi, mohon dinanti kehadiranku kembali,” tambahnya. DAR

Harian Mercusuar

View all posts