TOLITOLI, MERCUSUAR – Dalam beberapa bulan terakhir di wilayah perkotaan Kabupaten Tolitoli sering dilanda banjir. Banjir terjadi di tengah kota dan menggenangi rumah warga, sekolah instansi pemerintah serta ruko.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tolitoli, Drs. Mukkadis Samsuddin, M.Si, Selasa (13/12/2016) menjelaskan bencana banjir di Tolitoli terjadi karena dua sebab yang pertama faktor bencana alam dan ulah manusia.

“Banjir yang terjadi di Tolitoli memang karena kondisi alam wilayah kami sering dilanda hujan akhir-akhir ini, kedua kondisi sungai mulai mendangkal dan menyempit akibat masyarakat membangun di pinggir sungai,”kata Mukaddis.

Dijelaskannya, di Kota Tolitoli memiliki daerah rawan banjir, namun mulai dijadikan warga sebagai tempat tinggal. Sehingga saat hujan deras, banjir mudah datang yang imbasnya mengenai bangunan kota.

“Insyaallah tahun 2017 kami mendapat bantuan dari pemerintah pusat yang saya belum bisa sebutkan jumlahnya untuk penanganan Sungai Tueley,”ujar dia.

Sungai Tueley terletak di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, sungai tersebut terletak di tengah kota Tolitoli dan menjadi penghubung antarawilayah di kabupaten tersebut. Namun, saat hujan turun, sungai itu mudah meluap dan membanjiri sebagian wilayah perkotaan Tolitoli.

Sementera itu, Lurah Tambun, Kecamatan Baolan, Badaruddin mengungkapkan salah satu penyebab banjir di daerah itu karena kurangnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan terutama perilaku membuang sampah pada tempatnya.

“Saya menghimbau agar masyarakat membiasakan diri untuk tidak membuang sampah pada selokan,”tandas Badaruddin. INT

Komentar

komentar

Intan Hamid

Lihat semua tulisan