PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Metheson. Keduanya berbincang akrab dalam jamuan makan malam di Mercure Hotel Palu, Senin (7/8/2017).

Pada kesempatan itu, Gubernur memaparkan potensi strategis Sulteng yang berprospek untuk dikerjasamakan ke Dubes Trevor Metheson, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Sementara itu, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesra, Elim Somba menjelaskan bahwa KEK Palu telah siap untuk diresmikan. Menanggapi itu, Dubes Trevor sangat tertarik mengembangkan sektor-sektor strategis di Sulteng, seperti perdagangan, pariwisata, agribisnis, perikanan dan kelautan, serta energi terbarukan.

“Mereka (Pemerintah Selandia Baru) suka green energy dari panas bumi dan air,” tutr Elim kepada sejumlah awak media

Ia mengungkapkan, Pemerintah Selandia Baru sangat komitmen mengurangi emisi dengan mengembangkan sumber-sumber energi baru yang terbarukan.

Elim menjelaskan ke Dubes Trevor bahwa Pemprov Sulteng sedang mencari pola ekonomi alternatif agar Sulteng tidak bertumpu pada pertambangan sebagai penyumbang ekonomi terbesar.

Terkait itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan asisten mempromosikan KEK Palu yang dapat menyerap banyak tenaga kerja siap pakai khususnya dari lulusan SMK.

Disamping itu geografis Sulteng yang berhadapan dengan Selat Makassar dapat menjadi jalur alternatif yang memperpendek jarak pelayaran kapal-kapal dagang Selandia Baru menuju China.

“Semoga hubungan bilateral kedua negara semakin harmonis,” katanya

Jika hubungan tetap terjalin dengan baik, maka investasi dari Selandia Baru di Sulteng bisa terwujud dalam membangun ekonomi daerah, serta dapat membuka peluang kerja yang sangat besar bagi masyarakat Sulteng. Hal ini dapat mewujudkan Sulteng maju, mandiri dan berdaya saing. BOB

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan