PALU, MERCUSUAR – Program bersama antara Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tentang kewajiban pasangan pengantin menanam pohon telah berjalan.

Di Kantor Urusan Agama (KUA) Palu Timur, sebanyak 75 pasangan sudah ambil bagian sejak program tersebut dimulai sebulan lalu.

“Di Sulteng, KUA Palu Timur yang pertama. Kami mulai sejak September bulan lalu,” kata Kepala KUA Palu Timur Tasdir Rasada SAg kepada Mercusuar di sela-sela kunjungannya di kompleks Alkhairaat Pusat Palu, Selasa (11/10/2016).

Dikatakan, setiap calon pasangan muslim yang ingin mencatatkan pernikahannya di KUA Palu Timur terlebih dahulu akan mendapatkan kursus calon pengantin (catin). Pada intinya melalui kursus tersebut pihaknya berharap pasangan tersebut nantinya dapat membina hubungan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Namun, selama sebulan terakhir setelah menjalani kursus catin, laki-laki dan perempuan yang akan menikah tersebut juga mendapat arahan untuk menanam pohon. Dimana dalam hadist dianjurkan untuk menanam meskipun itu adalah hari terakhir kita hidup di dunia. “Lalu kita jelaskan apa manfaat menanam pohon kepada pasangan yang akan menikah,” kata Tasdir.

Untuk tahap awal, KUA Palu Timur telah mendapatkan ratusan bibit pohon dari BKSDA. Rinciannya, sebanyak 350 bibit pohon jenis trembesi, kemudian 50 bibit nangka dan 50 bibit pohon eboni. Eboni atau kayu hitam adalah tanaman endemik yang  hanya tumbuh di daerah ini.

Setiap pasang pengantin diberikan lima bibit pohon dan disilakan untuk menanamnya, seperti di pekarangan rumah, kebun atau di tempat-tempat ruang terbuka. Penyuluh di KUA Palu Timur, Zulfiah, menambahkan, bibit pohon nangka yang ditanam tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai modal mata pencaharian setelah menikah. Buahnya dapat dijual atau dibuat sebagai bahan makanan olahan.

Terkait kewajiban menanam pohon, sejauh ini, para penyuluh dan staf KUA Palu Timur juga tidak mendapati kendala dari para catin.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Seksi Penyuluh Bidang Bimbingan Masyarakat Islam pada Kanwil Kemenag Sulteng Sofyan Arsyad mengatakan kewajiban catin menanam pohon di Sulteng merupakan tindak lanjut kerjasama Kemenag RI dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Dikatakan Sofyan, bibit disediakan BKSDA di lokasi persemaian Universitas Tadulako Palu. Para catin sengaja diwajibkan menanam pohon sebagai upaya untuk menlibatkan semua pihak menjaga lingkungan, mendukung penghijauan, sekaligus mencegah pemanasan global. DAR

Komentar

komentar

Indar Ismail

Lihat semua tulisan