Setelah Sampaikan Permohonan Maaf,

TONDO, MERCUSUAR – Setelah Supriamin Rahmad Supriyadi, mantan Ketua BEM FMIPA diaktifkan melalui SK Rektor Nomor 6285/UN28/KM/2017 tertanggal 9 Oktober, yang juga sekaligus menganulir SK Penonaktifan Nomor 5404/UN28/KM/2017, pada Rabu (11/10/2017) siang, pimpinan Untad kembali mengaktifkan status kemahasiswaan Ridwan, mantan Wakil Ketua BEM Universitas Tadulako (Untad), melalui SK Rektor Nomor 6312/UN28/KM/2017 tertanggal  11 Oktober 2017.

Pengaktifan kembali status Ridwan itu, dilakukan setelah yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf, serta berjanji tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar aturan yang berlaku di hadapan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (Wadek Bima) Fakultas Perternakan dan Perikanan (Fapetkan), Dr Ir Syahrir MP, dan dosen walinya, Dr Ir H Abdullah Naser MSi, pada Rabu (11/10/2017) pagi.

Dalam pernyataan yang ditandatanganinya di atas materai itu, Ridwan menyampaikan penyesalannya, karena telah melakukan tindakan yang tidak sesuai aturan yang berlaku. Ridwan juga mengemukakan, dirinya menghubungi secara langsung dosen wali dan Wadek Bima Fapetkan, agar dapat difasilitasi untuk menyampaikan permohonan maafnya itu ke pimpinan Untad.

“Surat ini saya buat dengan sadar dan sesadar-sadarnya, tanpa paksaan dari siapa pun. Hal itu karena saya ingin segera menyelesaikan studi saya. Saya berjanji untuk menaati peraturan yang berlaku,” demikian bunyi surat pernyataan yang dibaca dan ditandatangani oleh Ridwan.

Berkenaan dengan itu, Dr Abdullah Naser bersama Wadek Bima Fapetkan, usai Ridwan menandatangani surat pernyataan, langsung memfasilitasi yang bersangkutan agar statusnya dapat diaktifkan. Tidak berselang lama, pihak Rektorat langsung memproses pengaktifannya melalui Surat Keputusan Rektor Nomor 6312/UN28/KM/2017 tertanggal 11 Oktober 2017, yang juga menganulir SK Penonaktifan Nomor 5401/UN28/KM/2017.

Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muh Basir, SE MS, saat dihubungi menyampaikan, niat baik dari Ridwan patut dihargai. Olehnya itu, setelah yang bersangkutan menyadari kekeliruannya dan menyampaikan permohonan maaf secara tertulis, serta mempertimbangkan usulan dari fakultas, pihak Rektorat langsung memproses dan menerbitkan SK Rektor untuk mengaktifkan yang bersangkutan.

“Dua hari lalu ananda Rahmad (Supriamin Rahmad Supriyadi, red) kami aktifkan. Hari ini, setelah ada usulan, kami juga langsung aktifkan status ananda Ridwan. Mereka mau menyadari kekeliruan dan mau berubah. Itu kami hargai, karena bagaimana pun mereka ini anak-anak kita semua,” ujar Prof Basir. JEF

Harian Mercusuar

View all posts