TANAMODINDI, MERCUSUAR – Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Jiwa Madani Palu, dr Inharwati, M.Kes akhirnya memenuhi panggilan Ombudsman RI perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk memberikan Klarifikasi terkait Kasus Penganiayaan yang terjadi di RS Madani pada Jumat (3/6/2016) yang mengakibatkan satu Pasien meninggal Dunia Dirut RS Jiwa Madani.

dr Isharwati yang didampingi beberapa staf dan dokter memberikan penjelasan tentang kronoligis sejak pasien yang menjadi Korban Penganiayaan dibawa ke RS hingga meninggal Dunia.

dr Isharwati jga menjelaskan bahwa Pasien saat itu menderita penyakit gagal ginjal yang cukup parah. Akibat racun yang bersarang didalam tubuh pasien, sehingga menyebabkan kondisi kejiwaannya ikut terganggu. Semua pelayanan kesehatan terhadap pasien sudah diberikan oleh petugas yang bertugas.

Sementara itu Kepala Ombudsman RI perwakilan Sulteng, H Sofyan Farid Lembah kepala Mercusuar usai menggelar pertemuan dengan pihak RS Jiwa Madani, Senin (13/6/2016)mengatakan, bahwa dari hasil penjelasan yang diungkapkan oleh pihak RS Jiwa, Ombudsman menyimpulkan ada Maladministrasi yang telah dilakukan oleh pihak RS Jiwa sehingga menyebabkan salah satu Pasien menjadi Korban Penganiayaan dan meninggal dunia.

H Sofian Farid Lembah
H Sofian Farid Lembah

Atas peristiwa ini kata Sofian, Ombudsman menyarankan kepada pihak RS Jiwa untuk melakukan evaluasi penanganan pasien korban penganiayaan dan melakukan komunikasi dengan pihak keluarga korban sebagai bentuk empati.
“Kami dari Ombudsman bersedia jika pihak RS Jiwa Madani meminta untuk memfasilitasi Untu bertemu dengan pihak keluarga korban yang ada di Donggala,” ujarnya.

Sofyan menambahkan bahwa kasus ini tetap akan diadvokasi oleh Ombudsman dan berharap kedepan tidak terulang kembali peristiwa yang sama.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Hasan korban penganiayaan salah satu pasien di RS Jiwa Madani sempat dirawat selama tiga hari di ICU RS Jiwa Madani, Namun diduga akibat luka parah yang dialaminya sehingga ia menghembuskan nafas terakhir pada hari Senin.
Jenazah Hasan dikebumikan pada Selasa (7/6/16) di Kampung halamannya Banawan, Donggala.
Keluarga Korban hingga saat ini mencari kejadian dan pertanggungjawaban pihak RS Jiwa Madani terkait pelayanan yang diberikan terutama dalam mengawasi Pasien.TIN

Kartini Nainggolan

View all posts