MERCUSUAR – Majunya perkembangan komunikasi berbasis teknologi berupa perangkat elektronik kecil atau gadget memberikan manfaat terhadap masyarakat. Namun bebasnya  penggunaan yang tidak terkontrol bisa berdampak buruk pada masa depan, terutama siswa.

Hal itu disadari Kepala SMPN 7 Palu, Idris. Sehingga pihaknya membatasi para siswa dalam penggunaan alat tersebut.“Meskipun siswa harus bisa ikut perkembangan zaman, tapi harus ada batasan agar gadget bisa bernilai positif terhadap siswa,”katanya, Kamis (28/9/017) saat membawakan sambutan pada program Jaksa Masuk Sekolah di sekolah tersebut.

Menurut Idris, pembatasan penggunaan gadget harus dilakukan melalui instruksi dari pemerintah Kota Palu. Sehingga, seluruh sekolah seragam menerapkan batasan penggunaan gadget di sekolah-sekolah.

“Setiap sekolah pasti mengatur penggunaan gadget. Tapi ini tidak seragam. Maksud saya, semua harus seragam, sehingga dapat menjauhkan siswa dari hal-hal yang negatif,”ujarnya.

Selain itu, penggunaan gadget ini juga bisa berdampak pada lahirnya tindak kejatahan IT. Mudahnya siswa memperoleh gadget, dikhawatirkan saat menggunakan media sosial (medsos) akan di luar dari kepentingan pendidikan.

“Terlebih lagi, pelaku kejahatan bisa saja memanfaatkan medsos. Mereka menjadikan siswa sebagai alat tindak kejatahan mereka,”ungkap dia.

Di sisi lain, komunikasi gadget melalui medsos bisa mengundang tindak kejatahan antar siswa. Idris mencontohkan, pertengkaran antara siswa di medsos dipertontonkan di hadapan ribuan akun.

Berawal dari pertengkaran itu, siswa menyebarkanluaskan informasi yang tidak seharusnya dibaca orang lain dan mempertontonkan kata fitnah yang tidak sepantasnya ditulis oleh kaum pelajar.

Oleh karena itu, Idris mengharapkan pemerintah Kota Palu lebih serius menangani masalah penggunaan gadget siswa. Sehingga, kejahatan IT ini bisa dijauhkan dari siswa. UTM