PALU, MERCUSUAR – Palu Robot Contest tahun 2017 yang digelar di aula SMAN Model Terpadu Madani Palu diikuti 32 tim, yakni 26 tim kategori pelajar dan 6 untuk kategori mahasiswa.

Masing-masing tim yang bertanding berupaya menyelesaikan misi menaruh balok ke tempat yang ditentukan kemudian menendang bola ke gawang.

Sekilas tidak tampak ada yang berbeda dari robot-robot ciptaan para siswa itu. Setiap robot dirancang untuk mengangkat balok setinggi-tingginya agar nantinya dapat menaruh balok dengan sempurna.

Namun yang menarik, dua tim dari SMKN 3 Palu menggunakan sistem android untuk mengendalikan robotnya. Sementara, tim lainnya ada yang menggunakan stick game dan ada juga yang merakitnya sendiri. Tim cyber merupakan salah satu tim perwakilan dari SMKN 3 Palu yang mengendalikan robot dengan sistem android.

Salah seorang anggota tim cyber, Ahmad Fauzi mengatakan, sistem android yang digunakan mengendalikan robot memang terbilang cukup sulit. Di mana, komponen mulai dari perangkat lunak dan perangkat keras harus disambungkan terlebih dahulu.

“Komponen yang kami gunakan yakni modul bluetooth tipe mega yang kami letakkan di bagian komponen pengontrol robot. Tipe ini cocok untuk kami gunakan untuk mengendalikan robot. Selain itu, kami juga menggunakan aplikasi yang sudah tersedia di google play store,” katanya, Senin (16/10/2017).

Untuk pembuatan robot dengan sistem android ini, membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Menurut Ahmad Fauzi, bagian tersulit dalam robot ini adalah komponen sistem android yang sangat diperhatikan. Sebab, jika tidak terkoneksi dari HP Android ke modul bluetooth dibagian pengontrol, robot tersebut tidak bisa digerakkan.

“Sistem ini memiliki kekurangan. Dikarenakan sistem android ini mudah terganggu jaringannya. Maka dari itu, saat sebelum diaktifkan harus dilakukan pemeriksaan. Saat mengikuti lomba, kami benar-benar memastikan jaringan bluetooth tidak terganggu,” ujarnya.

Sistem android yang digunakan tim ini terbilang unik dan satu-satunya perwakilan sekolah di ajang kontes robot ini. Meskipun unik, ternyata belum mampu menampilkan aksi maksimal diarena robot. Beberapa kali, Ahmad Fauzi mengalami kendala saat mengendalikan robotnya. Hal ini terlihat dari capaian tim tidak mampu menyelesaikan misi mengangkat balok.UTM

Harian Mercusuar

View all posts