Korupsi KONI Palu

 

BESUSU BARAT, MERCUSUAR – Mejelis Hakim terpaksa harus menunda sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) terdakwa atas perkara dugaan korupsi di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palu yang sedianya dilaksanakan Rabu (6/12/2017) di Pengadilan Negeri Palu. Penundaan sidang dikarenakan belum rampungnya berkas pembelaan terdakwa.

Perkara korupsi KONI Palu menjerat mantan Ketua Harian KONI Palu, Djikra Garontina dan Bendahara Kasrianto Abdi. Sidang sempat dibuka oleh I Made Sukanada selaku ketua majelis hakim, namun dalam kuasa Hukum terdakwa, Norma Andi Masse meminta untuk diberikan waktu menyelesaikan pembelaan terdakwa, hal itu dikarenakan pada saat ini keluarganya sedang berduka.

“Pembelaan belum siap, kalau bisa Senin (11/12/2017),” kata kuasa hukum.

Atas permintaan dari kuasa hukum terdakwa, hakim lalu mempertimbangkan permintaan dari kuasa hokum, kemudia memberikan kesempatan untuk menyelesaikan pembelaan dua terdakwa tersebut.

“Ini kesempatan terakhir,” kata I Made Sukanada.

Sesuai permintaan kuasa hukum terdakwa, sidang agenda pembelaan atas perkara dugaan tindak pidana korupsi di KONI Palu itu akan di lanjutkan pada Senin (11/12/2017).

Diketahui pada sidang sebelumnya dengan agenda tuntutan, dua terdakwa tersebut, harus menjalani hukuman penjara selama 5 tahun. Selain hukuman penjara, kedua terdakwa juga dihukum denda sebesar Rp100 juta, subsidair tiga bulan kurungan. Bukan hanya itu, keduanya juga membayar uang pengganti. Untuk Djikra Garontina sebanyak Rp287 juta, subsidair satu tahun penjara dan Kasrianto Abdi sebesar Rp 140 juta, subsidair tujuh bulan penjara. AND

Harian Mercusuar

View all posts