MERCUSUAR  Sharp Greenerator kembali mengukuhkan anggota baru. Mereka adalah 45 pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah Bogor dan sekitarnya yang lulus dari seleksi anggota, Januari lalu. Mereka lolos sesi penyaringan berdasarkan tulisan mengenai motivasi dan pengetahuan dasar terkait pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia.

 

Anggota Sharp Greenerator generasi kedua ini selanjutnya mengikuti boot camp yang dilaksanakan selama dua hari pada 25-26 Februari di kawasan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Pulau Pari, Jakarta.

Para pelajar mendapatkan pelatihan mengenai konservasi lingkungan dan keanekaragaman hayati dari yayasan nirlaba yang menjadi pendamping Sharp Greenerator, yaitu Pusat Konservasi Tumbuhan – Kebun Raya Bogor (LIPI), Yayasan Transformasi Hijau, Yayasan Borneo Orang Utan Survival  (BOS),  Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi) dan World Wildlife Fund  (WWF) Indonesia. Materi yang diberikan seperti monitoring terumbu karang dan ekosistem pesisir serta workshop pemanfaatan rumput laut dan cara pembuatan selai dari bahan dasar rumput laut.

Guna meningkatkan kemampuan mereka menjadi generasi penerus yang memiliki visi dan misi yang kuat dalam mengkampanyekan pelestarian lingkungan, mereka pun ditantang untuk membuat rencana kegiatan selama satu tahun ke depan.

“Sebelumnya, mereka pun diharuskan mengikuti sesi visioning terlebih dahulu untuk menyatukan visi dan misi dari keempat puluh lima anak ini agar selaras dengan visi dan misi yang dimiliki oleh Sharp Greenerator,” jelas PR, CSR and Promotion Manager PT SHARP Electronics Indonesia, Pandu Setio.

Melalui sesi visioning, lahirlah beberapa kegiatan yang akan siap dijalankan oleh SHARP Greenerator selama satu tahun kedepan. selain itu dalam kegiatan ini Sharp Greenerator meluncurkan jargon yang siap digunakan dalam mengkampanyekan aksi-aksi mereka.

Jargon ‘Teenagers Save Nature’  dipilih karena dirasa mampu memiliki semangat dari Sharp Greenerator yang beranggotakan para remaja yang memiliki visi dan misi untuk membuat perubahan demi lingkungan yang lebih baik dengan cara melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dan keanekaragam hayati Indonesia.   RES/*

Komentar

komentar

Harian Mercusuar

Lihat semua tulisan