PALU, MERCUSUAR – Tahun 2018, setiap desa di seluruh Indonesia tidak terkecuali di Sulteng diwajibkan menggunakan Sistem Keuangan Desa (SisKeuDes). Hal itu diungkapkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulteng, Eko, saat membawakan materi pada rapat koordinasi Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Sulteng, Senin  (30/10/2017) di Sutan Raja Hotel.

SisKeuDes merupakan aplikasi yang dibesut oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) bertujuan memudahkan desa/kampung dalam menyusun dan mengelola keuangan desa yang lebih efektif dan efisien. Aplikasi keuangan desa tu menggunakan database Microsoft Acces, sehingga lebih portable dan mudah diterapkan oleh pengguna aplikasi yang awam sekalipun

Aplikasi sederhana tersebut, dibuat untuk memudahkan aparat desa dalam pengelolaan dan mempertanggungjawabkan keuangan desa dan akan memberikan rasa nyaman bagi pengelola keuangan di desa dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.

“Bila desa menggunakan sistem mudah kami mudah mengawasi terutama yang menyangkut soal transaksi keuangan,” ujar dia.

Namun selama ini diungkapkan Eko, belum semua desa bisa menerapkan aplikasi itu karena terhalang keterbatasan anggaran dan penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Sementara dalam proses transfer ilmu SisKeuDes dari BPKP, Eko mengaku terhalang dengan penganggaran pelatihan sebab BPKP tidak menganggarkannya.

“BPKP hanya memfasilitasi ruangannya dan ada saya disitu yang siap membantu tidak pungut biaya karena itu tugas kami. Saya menginginkan semakin banyak pihak desa menjadwalkan pelatihan dengan BPKP,” terangnya.

Menurut Ekom di Sulteng baru Kabupaten Sigi, Morowali Utara (Morut), Buol dan Touna yang sudah menerapkan aplikasi tersebut. Sementara Kabupaten Poso, Bangga, Banggai Kepulauan (Bangkep).

Sementara itu menurut salah satu peserta rakornis yang menjabat sebagai Tim Pedamping Ahli di Kabupaten Sigi, aplikasi SisKueDes sangat bermanfaat buat desa karena selama ini aparat desa sering kesulitan menyusun anggaran mereka.

“Tetapi aplikasi ini sulit diterapkan di wilayah bagian atas Sigi karena di sana Sumber Daya Manusia (SDM) masih kurang, mungkin ini perlu dipertimbangkan,” tandasnya. INT

Harian Mercusuar

View all posts