MERCUSUAR – SSb Torabelo harus menahan dulu keinginan lolos ke babak 16 besar meski pada laga terakhirnya bermain imbang 1-1 saat menantang  PS Laskar Malino, (3/1/2017). Gagal meraup poin penuh tidak membuat coach Napoleon kecewa. Satu poin menurutnya sudah cukup  untuk menjaga asa SSb Torabelo lolos ke perdelapan final walaupun masih menunggu hasil antara Gamas Nupabomba versus Laskar Malino.

Pada laga yang digelar di lapangan Labuan Beru  Kelurahan Mamboro Barat, kedua tim bermain cepat dengan passing-passing pendek. Namun efektifitas peluang mencetak gol lebih banyak dimiliki Laskar Malino lewat penetrasi  Anggi.

Sementara itu skuad Torabelo yang sebelumnya  bermain imbang 2-2 saat menghadapi Gamas Nupabomba sejatinya memiliki kesempatan dalam membobol gawang Malino yang  dijaga  Zulkifli.

Hanya saja kesan terburu-buru dan ketidaktenangan Syawal  dan Fitran membuat Torabelo  gagal menjaringkan bola.  Hal yang sama juga dilakukan Laskar Malino leat kecepatan Anggi yang mampu meliuk melewati hadangan  lini pertahanan Torabelo yang di bentengi Asrul, Risky dan Kautong.

Sebuah freekick cantik dari jarak 40 meter yang dilesatkan Anggi membawa Malino memimpin satu gol di menit ke -40. Skor tersebut bertahan hingga berakhirnya babak pertama.

Memasuki babak kedua  Malino  kembali menciptakan peluang lagi-lagi lewat aksi Anggi namun tidak mendapat dukungan dari pemain lainnya.

Ketika kemenangan Malino sudah diujung mata, sebuah pelanggaran yang dilakukan kiper Zulkifli  diluar kotak pinalti membuat wasit Azwar Usman Arya menghukum Zulkifli dengan kartu kuning plus sepakan bebas. Hasilnya lesatan kencang Asrul di injury time gagal di antisipasi Zulkifli dan membuat skor imbang 1-1.

Coach Napolen menilai cara bermain anak buahnya belum sesuai dengan harapannya. Namun semangat tempur yang ditampilkan Sudrajat dkk sudah membuatnya senang.

“Ada beberapa orang pemain saya masih SMP, jadi saya  kira cara bermain mereka  masih perlu di tingkatkan lagi. Kalau bicara skill rata-rata anak-anak sudah bagus tinggal ketenangan dan kemampuan dalam membaca permainan yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu pelatih Laskar Malino menyebut laga pertama timnya seharusnya berakhir dengan kemenangan. “Ini awal yang kurang baik menurut  saya karena hanya bisa bermain imbang padahal seharusnya kita bisa menang. Semua ini saya lihat karena anak-anak  lengah dan tidak konsentrasi lagi,” ujarnya.

Lanjutan Erwin Cup hari ini, Rabu (4/1/2017) akan bertanding Genetika SMK 3 Palu menghadapi SMK 6 Palu. CLG

Issrin Assagaf

View all posts