BANGGAI, MERUSUAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai telah menerima berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan tanah radar navigasi keselamatan penerbangan atau DVOR Bandara Syukuran Aminudin Amir. Tinggal selangkah lagi, tiga tersangka bakal ditahan.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk fasilitas DVOR Bandara Luwuk ini, penyidik Polres Banggai telah menetapkan dua pejabat daerah sebagai tersangka. Yakni Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banggai, Syahrial Labelo dan mantan Kabag Pertanahan Setdakan Banggai Isnaeni Larekeng. Saat ini, Isnaini Larekeng menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Banggai. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Hasanuddin Datu Adam.

Pelimpahan berkas penyidikan kasus dugaan korupsi DVOR dilakukan oleh tim penyidik Polres Banggai kepada pihak kejaksaan pada Selasa (6/12/2016).

Kepala Kejaksaan negeri Banggai, Sumurung P Simaremare menyatakan, berkas perkara itu diterima langsung oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banggai. Selanjutnya, jaksa akan memeriksa dengan teliti. Jika dinyatakan lengkap, maka proses penanganan perkara akan dilanjutkan oleh pihak kejaksaan.

‚ÄúPelimpahan berkas perkara kasus dugaan Tipikor DVOR Bandara itu sudah kita terima. Nanti akan diperiksa kelengkapannya. Jika masih ada yang harus dilengkapi oleh penyidik polisi, berkasnya akan kami kembalikan untuk dilengkapi,” ujar Sumurung P Simaremare kepada Banggai Raya di ruang kerjanya, Selasa (6/12/2016).

Berkas perkara ketiga tersangka dalam kasus itu dibuat penyidik Satreskrim Polres Banggai secara terpisah (Splitsing). Sebab, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam terjadinya dugaan tipikor yang ditengarai merugikan keuangan daerah sebesar Rp960 juta.

Tercatat, berkas perkara kasus itu sudah dua kali bolak balik dari penyidik Satreskrim Polres Banggai ke tim JPU Kejari Banggai. Setiap pengembalian berkas, tim JPU Kejari Banggai menambahkan beberapa petunjuk yang mesti dilengkapi penyidik.

Terakhir, tim JPU Kejari Banggai memberikan petunjuk agar penyidik Satreskrim Polres Banggai pada perkara itu, memeriksa dan memintai keterangan Majelis Kehormatan Notaris berkaitan proses pengadaan tanah dan pembayaran yang diterima oleh Hasanuddin Datu Adam selaku penerima kuasa Imran Usman.

Petunjuk itu akhirnya baru dapat dipenuhi penyidik setelah MKN Provinsi Sulawesi Tengah terbentuk, sehingga berkas perkara itupun lengkap dan kembali dilimpahkan penyidik ke tim JPU Kejar Banggai.

Jika nanti berkas perkara itu dinyatakan lengkap oleh tim JPU Kejari Banggai (P21), maka penyidik akan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti. Hanya saja Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Egidio F Alfamantar yang dimintai keterangan terkait penahanan para tersangka dalam kasus itu masih enggan berbicara.

Menurut dia, penyidik masih menunggu apakah berkas perkara itu sudah dinyatakan lengkap atau masih ada yang harus dilengkapi untuk melakukan langkah selanjutnya. BR

Harian Mercusuar

View all posts

Latest videos