TOLITOLI, MERCUSUAR – Alasan tidak punya biaya perjalanan dinas ke Jakarta, Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disanpanhor) Kabupaten Tolitoli, Rustam Rewa diduga peras tiga penyuluh sebesar Rp10 juta.

Arifin (34) penyuluh pertanian Kecamatan Dampal Selatan (Damsel) Tolitoli menceritakan ia bersama tiga orang rekannya telah menyetor masing-masing senilai Rp3 juta lebih untuk membiayai perjalanan dinas salah seorang pejabat di dinas tersebut ke Jakarta.

Jutaan uang yang disetorkan kepada sekretaris dinas tersebut  meliputi belanja tiket pesawat dan biaya penginapan selama di Jakarta.

“Yang diminta cuma untuk tiket dan biaya hotel saja. Kami berikan yang itu karena pak sekretaris tidak punya anggaran perjalanan dinas ke Jakarta,” beber Arifin.

Kepergian sekretaris dinas ke Jakarta bermaksud untuk menjemput dokumen kelulusan para penyuluh yang telah mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Makassar Sulawesi Selatan tahun 2016 silam.

“Pada tahun lalu kami bertiga dari Tolitoli mengikuti tes CPNS di Makassar, kami semua dinyatakan lulus dan untuk menjemput dokumen di kementerian. Kami memberikan bantuan dengan ikhlas ke sekretaris itu,” jelas Arifin.

Menurut Arifin, kewenangan menjemput dokumen kelulusan penyuluh sebetulnya melekat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tolitoli. Namun karena pihak yang memiliki kewenangan di dinas itu juga tidak memiliki anggaran yang cukup ke Jakarta sehingga dirinya bersama dua rekannya diminta segera berkordinasi dengan sekretaris Distanpanhor Tolitoli dalam hal ini Rustam Rewa untuk mencari solusi terkait dokumen kelulusan yang akan dijemput.

“Dari 16 penyuluh yang statusnya belum menjadi PNS, cuma tiga orang mengikuti tes dan Alhamdulillah dinyatakan lulus semua. Terkait kelulusan itu muncul surat dari kementerian agar dokumen segera dijemput,” paparnya.

Penyuluh lainnya, Umar mengakui kalau biaya diberikannya untuk kepentingan perjalanan dinas seorang pimpinan di Dinas Pertanian Tolitoli ke Jakarta, selain biaya hotel juga biaya tiket pulang pergi Tolitoli-Jakarta.

“Kalau kita tidak berikan siapa yang jemput bukti dokumen kelulusan itu. Sementara kalau di daerah lain yang jemput dokumen pihak BKD bahkan bupati,” kesal Umar.

Sekretaris Distanpanhor Kabupaten Tolitoli, Rustam Rewa yang dikonfirmasi terkait dugaan pemerasan tersebut hingga kini tidak memberikan penjelasan. Bahkan dihubungi melalui via telepon nomor 08232903xxxx enggan memberikan penjelasan. Sama halnya ketika dihubungi via messenger. LAN

Harian Mercusuar

View all posts